Jombang, BeritaTKP – Masih ingat dengan kasus pembunuhan janda yang jasadnya ditemukan membusuk di kebun tebu Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno, akhir Januari lalu. Tiga pelakunya sudah menjalani sidang tuntutan. Pada sidang dua pekan lalu, JPU menuntut dengan hukuman cukup berat 18 tahun penjara.

“Kami menuntut ketiganya dengan hukuman pidana penjara selama 18 tahun.” terang Achmad Jaya Muhidin Kasipidum Kejari Jombang. Terdakwa pelaku pembunuhan itu atas nama Fadlan Ramadhan Hutabarat, Firman Gultom dan Khusnul Khotimah. Tuntutan itu berdasar pada fakta persidangan yang ada.

Menurut JPU, ketiganya telah terbukti melakukan pembunuhan berencana. Selain itu, yang memberatkan ketiganya adalah upaya pembunuhan dilakukan dengan cara yang sangat kejam. “Mereka membunuh karena ingin merampas harta korban, selain itu mereka juga residivis sehingga tuntutannya lebih berat,” lanjutnya.

Atas tuntutan JPU itu, ketiganya telah membacakan pembelaan tertulis melalui penasehat hukum pada Selasa (14/9) lalu. Sidang selanjutnya, akan digelar Selasa depan (21/9) dengan agenda tanggapan atas pembelaan terdakwa dari JPU. “Karena kemarin pembelaannya tertulis, maka kami akan menyampaikan replik juga secara tertulis,” ucap dia.

Selain menjalani sidang kasus pembunuhan, Jaya juga menyebut ketiganya telah diputus dalam kasus perampokan di wilayah Kecamatan Peterongan. “Jadi sebelumnya mereka sudah divonis 2 tahun 8 bulan penjara untuk pencurian. Nantinya hukuman akan diakumulasikan dalam kasus pembunuhan ini,” pungkasnya.

Seperti pernah diberitakan, jasad Lilik Marita, 61, janda asal Dusun Mojounggul, Desa/Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang ditemukan warga tertelungkup di antara tanaman jagung di kebun tebu Dusun Banjarsari, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno, Sabtu siang (30/1). Saat ditemukan, jasad korban dalam kondisi membusuk dan susah dikenali. Beberapa bagian tubuh korban telah berubah menjadi tulang.

Di tubuhnya, korban terlihat mengenakan kaos tanktop dengan bawahan celana jeans warna biru. Ia juga terlihat mengenakan jam tangan dan sepasang sepatu berwarna merah dengan motif anyaman. Dari penyelidikan, polisi berhasil mengendus pelaku kawanan perampok sadis, yakni Fadlan Ramadhan Hutabarat, 25, warga Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Firman Gultom, 26, warga Desa Panolan, Kecamatan Kedung Tuban, Kabupaten Blora dan Kusnul Khotimah, 26, warga Desa Suntri, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Ketiganya adalah sales regulator yang dikenal korban lewat aplikasi Mi Chat.

Pembunuhan kepada korban dilakukan secara terencana dalam sebuah mobil saat pulang dari jalan-jalan ke wilayah Wonosalam. Selain membunuh, ketiganya berhasil menggasak satu unit handphone, kalung imitasi dan uang senilai Rp 5 juta dari tangan korban. (Dlg)