TOBA, BeritaTKP.com – Bejat!!!! Seorang ayah kandung di Toba, Sumatera Utara mencekoki anak gadisnya dengan obat tidur dan mencabulinya. YE seorang gadis berusia 17 tahun yang dicabuli ayah kandung nya sendiri hingga berkali-kali sejak tahun 2017 silam.

“Ibu korban membuat laporan ke polisi sehingga langsung kami tindaklanjuti kejadian tersebut dengan melakukan penyelidikan awal,” kata Kasubag Humas Polres Toba IPTU Bungaran Samosir, Kamis (16/9/2021).

Bungaran mengatakan korban pertama kali diperkosa pada tanggal 18 Juni 2017 silam oleh ayahnya, HM ,49,. Korban diberi minuman yang diduga telah dicampur dengan obat tidur sebelum korban diperkosa.

“Awal kejadian pada tanggal 18 Juni 2017. Pada awalnya korban melihat ayahnya mencampurkan sesuatu ke dalam minuman di rumah. Kemudian korban meminum minuman tersebut. Setelah meminum minuman tersebut, tiba-tiba korban merasa sangat mengantuk sehingga korban pergi ke kamar untuk tidur,” tutur Bungaran.

Pada saat tidur, korban diduga telah diperkosa oleh ayahnya. Hal itu diketahui karena, setelah bangun, korban merasakan sakit di bagian kelamin nya.

“Setelah bangun tidur dan hendak buang air kecil, korban merasa aneh. Pedih saat buang air kecil dan kepala korban juga terasa pusing serta badan korban juga pegal-pegal,” ucap Bungaran.

Peristiwa yang sama terjadi beberapa kali dalam tahun 2017 dan di bulan Maret 2021. Modusnya sama, pelaku juga memberikan minuman yang diduga berisi obat tidur sebelum memperkosa anaknya.

“Sang ayah korban membuat minuman yang sama dan korban meminum minuman tersebut dan korban tertidur di kamar. Dalam keadaan setengah sadar, tiba-tiba korban merasakan ada dua tangan yang berukuran besar yang mirip dengan tangan ayahnya meraba-raba punggung korban namun korban tidak bisa membuka mata dan merasakan apa-apa lagi. Hingga pagi hari sekitar pukul 07.00 wib, korban terbangun dan mengalami pusing dan sakit saat hendak buang air kecil,” ujar Bungaran.

Polisi yang mendapatkan laporan tersebut kemudian melakukan penyelidikan. Polisi kemudian menangkap HM pada hari Senin (13/9).

“Ancaman pidana minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun pidana penjara ditambah sepertiga dari ancaman pidana karena dilakukan oleh orang tua,” jelas Bungaran.

(RED)