Sulawesi Selatan, BeritaTKP.com – Pelaku pencurian sekaligus pembobolan Balai Kota Makassar sudah ditangkap polisi. Pelaku yang berjumlah dua orang itu merupakan pegawai kontrak di Pemerintah Kota Makassar. Apakah motif dibalik pencurian tersebut???.

Motif dari kedua pelaku adalah untuk mencari modal untuk menikah karena kepepet mereka pun nekat melakukan itu.

“Kedua pelaku berinisial FAM ,23, dan RDN 39, status mereka adalah sebagai pegawai kontrak. Mereka beraksi sejak bulan Maret hingga September ini. Mereka juga ada sudah bekerja selama 9 tahun dan 2 tahun,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar Kompol Jamal Fathur Rakhman, Kamis (16/9).

Sebelumnya, kedua orang ini melakukan aksi pencurian di lantai 4 dan lantai 7 Balai Kota Makassar. Tim Kejahatan dan Kekerasan Polrestabes Makassar kemudian melakukan penyelidikan dalam kasus ini.

“Hasil penyelidikan itu adanya kecurigaan kepada orang dalam, karena tidak ada kerusakan. Pelaku ini sudah lama bekerja di Balai Kota Makassar sehingga mengetahui kondisi setiap tempat jam-jam tertentu,” jelasnya.

Jamal menyebut FAM dan RDN pun ditangkap di tempat terpisah di Makassar, pada Rabu (15/9).

Berdasarkan keterangan para pelaku, mereka beraksi saat kantor libur. Keduanya pun mengambil barang milik Dinas Keluarga Berencana (KB) dan Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) secara leluasa.

“Untuk pelaku beraksi pada saat jam libur. Sementara mengenai CCTV memang ada, tapi terkendala,” ungkapnya.

Soal motif pencurian, Jamal menyebut salah satu pelaku, yakni FAM, hendak menjadikan hasil kejahatannya itu untuk modal menikah.

“Jadi pelaku melakukan ini sebagai modal nikah dan pasca-nikah. Jadi hasil pencurian ini dia jual kemudian dijadikan sebagai modal nikah,” kata dia.

“RDN ini membantu FAM dalam mempersiapkan pernikahannya. Tapi mereka bersama-sama melakukan aksi pencurian ini,” lanjutnya.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa printer, laptop, gelas, dan beberapa cindera mata. Pihaknya masih mencari sejumlah barang bukti berupa kamera dan laptop yang telah dijual oleh pelaku kepada orang lain.

“Karena memang beberapa barang nilai jualnya mahal ini sudah terjual dan beberapa barang yang dijual di luar Kota Makassar. kerugian ditaksir ratusan juta rupiah,” jelas Jamal.

FAM dan RDN pun dijerat dengan pasal 363 KHUPidana dengan ancaman hukuman di atas 9 tahun penjara.(RED)