BANYUMAS, BeritaTKP.com – Aksi pemerkosaan yang dilakukan oleh kakak dan ayah kandung seorang gadis dibawah umur berhasil diungkap oleh Polresta Banyumas.

“Korban yang tak lain dan tak bukan adalah anak kandung dari pelaku WTM ,46, dan juga adik kandung pelaku SA ,16,” kata Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Berry, Kamis (16/9/2021).

Menurut dia, aksi bejat ayah dan kakak kandung korban itu dilakukan di rumah mereka pada tanggal 5 dan 11 September 2021 lalu. Peristiwa itu sendiri terbongkar saat korban berada di Polsek Karanglewas.

“Ternyata korban pergi dari rumahnya pada hari Senin (13/9) dengan tujuan mau ke daerah Baturraden. Setelah ditanyai oleh polisi, ternyata korban mengaku kabur dari rumah karena telah mengalami persetubuhan yang dilakukan oleh ayah dan kakak kandungnya sendiri,” ujarnya.

Dia menjelaskan, saat itu Polsek Karanglewas sempat menelepon seorang saksi yang merupakan tetangga dari korban. Hingga kemudian Ketua RT tempat tinggal korban mendatangi Polsek Karanglewas untuk memastikan jika korban merupakan tetangganya.

“Berdasarkan dari laporan yang diterima oleh Unit PPA Sat Reskrim Polresta Banyumas, tim kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan para pelaku,” ujarnya.

Lebih lanjut Berry menjelaskan jika para pelaku melakukan perbuatan tersebut dengan cara masuk ke kamar korban saat korban tengah tertidur lelap. Korban juga diancam oleh para pelaku jika sampai bercerita kepada orang lain.

“Ada ancaman dan juga korban diminta tidak memberitahu kepada siapapun oleh pelaku,” terangnya.

Saat ini pelaku dan barang bukti di antaranya pakaian diamankan di Mapolresta Banyumas guna penyidikan lebih lanjut.

“Sangat disayangkan apa yang telah dilakukan oleh ayah dan kakak kandung ini, karena seharusnya mereka menjadi sosok pelindung yang melindungi korban. Dan menurut keterangan korban hal tersebut sudah dilakukan pelaku selama kurang lebih 3 tahun yang lalu hingga saat ini,” jelasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya, pelaku dijerat Pasal 81dan 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 Jo UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara. (RED)