Ilustrasi.

Kiwirok, BeritaTKP.com – Lukas Enembe selaku Gubernur Papua meminta agar pencarian terhadap nakes korban penyerangan KKB yang terjadi di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua  yang hilang untuk terus dilakukan.

“Gubernur Papua Meminta agar upaya pencarian terhadap Tenaga Kesehatan yang masih hilang untuk terus dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi keamanan bagi para tim penyelamat,” kata Juru bicara Enembe, Rifai Darus, Jumat (17/9).

Seperti yang diberitakan beberapa media, aparat keamanan mengaku masih ada satu tenaga kesehatan Puskesmas Kiwirok bernama Gilbert Sokoy yang belum diketahui bagaimana nasibnya setelah penyerangan yang dilakukan KKB tersebut.

Tak hanya itu, Rifai mengatakan Enembe telah menginstruksikan kepada Pemkab Pegunungan Bintang untuk memperhatikan kebutuhan para korban yang selamat dalam peristiwa tersebut.

Rifai juga berharap Pemkab Pegunungan Bintang dapat terus melakukan koordinasi bersama pihak terkait untuk menyelesaikan insiden tersebut.

“Untuk menyelesaikan secara tuntas kasus penyerangan Puskesmas Kiwirok serta penyerangan terhadap sejumlah tenaga kesehatan yang berada di tempat tersebut,” kata Rifai.

Rifai mengatakan Enembe telah mengimbau seluruh masyarakat yang berada di Pegunungan Bintang agar tetap tenang, kondusif dan selalu waspada. Pemerintah bersama dengan penegak hukum terus berupaya untuk melindungi seluruh masyarakat Pegunungan Bintang.

“Sangat disayangkan apabila SDM tenaga kesehatan di Papua berada dalam posisi yang terancam keselamatannya,” kata dia.

Insiden penyerangan terhadap tenaga kesehatan terjadi di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, terjadi pada Senin (13/9). Imbas insiden tersebut, dua orang tenaga kesehatan bernama Gabriella Meilani dan Kristina sempat dikabarkan hilang.

Mereka ditemukan anggota TNI-Polri di dasar jurang, Rabu (15/9). Kristina ditemukan selamat, sementara Gabriella ditemukan tidak bernyawa. (RED)