Jawa Tengah, BeritaTKP.com – Polda Jateng telah menetapkan 2 orang sebagai tersangka pencemaran Sungai Bengawan Solo. Kedua tersangka tersebut berinisial J (40), dan H (36) warga asal Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Polisi menemukan mereka saat sedang membuang limbah pada hari Jumat, 10 September 2021 lalu, pada pukul 15.00 WIB.

“Tersangka H dan tersangka J sudah melanggar  tindak pidana setiap orang yang melakukan dumping limbah dan atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Iqbal Alqudusy pada Jumat (17/9/2021).

Menurut polisi, limbah tersebut dibawa dari pengerajin minuman tradisional beralkohol alias ciu. Mereka lantas mengangkut limbah tersebut menggunakan 2 unit mobil menuju ke lokasi pembuangan. Limbah kemudian dibuang di empang yang berjarak sekitar 10 meter dari Sungai Samin, anak Sungai Bengawan Solo.

Polisi juga menemukan barang bukti berupa 2 unit mobil, dua buah tandon penampungan, mesin sedot, dan dua buah selang. Tersangka dan barang bukti kemudian dibawa ke Markas Kepolisian Resor Sukoharjo.

Polisi membidik para tersangka dengan Pasal 104 Undang-Udang Republik Indonesia Nomor  32 tahun 2009 tentang perlindungan dan atau pengelolaan lingkungan hidup. “Dengan ancaman hukuman penjara  paling lama 3 tahun dan pidana denda paling banyak tiga miliar rupiah,” ujar Iqbal.

Beberapa pekan terakhir di tengah debit air yang menurun karena kemarau, Sungai Bengawan Solo kembali tercemar. Aliran air di sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut berubah warna dan aromanya sangat menyengat. (RED)