Yogyakarta, BeritaTKP.com – Dwi Setyaningsih ,31, warga asal bantul yang bekerja sebagai sales harus ditangkap polisi. Dwi ditangkap lantaran melakukan penipuan kepada 8 bidan di Kulon Progo, Daerah Istimewah Yogyakarta. Dengan modus memberikan umrah atau perjalanan wisata sales ini berhasil membawa uang Rp 200 juta.

“Modus pelaku yaitu mengajak korban untuk ikut program susu ibu hamil. Jika bersedia membeli susu seharga Rp 3,5 juta secara rutin setiap bulan selama dua tahun berturut-turut, korban diiming-imingi akan diberikan hadiah umrah atau berwisata,” kata Kapolres Kulon Progo, AKBP Muharomah Fajarini, dalam rilis kasus di Mapolres Kulon Progo, Jumat (17/9/2021).

Muharomah menyebut uang yang disetorkan para bidan itu tidak disetorkan oleh pelaku. Melainkan digunakan untuk kepentingannya pribadinya.

“Namun, uang yang diserahkan korban kepada pelaku tidak digunakan untuk membeli produk susu ibu hamil tersebut, melainkan untuk membayar utang pribadi,” sambungnya.

Dia menerangkan tindak penipuan ini dilakukan oleh Dwi seorang diri. Hingga saat ini tercatat ada 8 orang bidan di Kulon Progo yang melaporkan kasus ini ke polisi.

Para bidan yang melapor itu terdiri dari Kapanewon Sentolo satu orang, dari Nanggulan satu orang, dua orang dari Pengasih serta empat orang dari Lendah.

“Ini yang sudah melapor, dengan total kerugian sebesar Rp 200 juta. Kemungkinan masih ada korban lain, sehingga kami berharap bagi siapapun yang pernah jadi korban untuk segera melapor ke kami,” ujarnya.

Sementara itu, pelaku Dwi mengaku sudah empat tahun bekerja sebagai sales ibu hamil. Dia mengatakan aksi tipu-tipunya itu dia lakukan sejak tahun 2019 lalu.

“Program dari kantor mengenai paket umrah dan wisata itu memang ada, tahun lalu juga sudah ada yang benar-benar berangkat berwisata. Tapi memang ada yang saya pakai uangnya,” ucap Dwi.

Ibu dua anak ini mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena kepepet dan kelilit utang. “Saya pakai uangnya untuk bayar utang. Saya harus gali lubang tutup lubang,” terang dia.

Atas perbuatannya, Dwi kini mendekam di sel tahanan Mapolres Kulon Progo. Pelaku akan dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

(RED)