Kediri, BeritaTKP – Gabungan Ormas dan LSM aktifis anti korupsi yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Kediri pada hari Jumat ( 17/09/21 ) melakukan aksi demonstrasi didepan kantor Kejaksaan Kabupaten Kediri Propinsi Jawa Timur. Aksi yang dimulai sekitar pukul 09. 10 wib sampai sekitar pukul 11. 00 wib awalnya berjalan dengan tertib tapi berakhir dengan sedikit memanas menuntut agar Kajari segera menyelesaikan kasus korupsi di Dinas Kominfo serta kasus Korupsi SLG ( Simpang Lima Gumul ) Kediri.

Dalam aksi damai tersebut menuntut agar tersangka kasus korupsi kominfo harus segera di tahan jangan hanya ditetapkan saja karena dengan tidak di tahannya tersangka maka akan menjadikan citra buruk bagi Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri.

Ketika ada negoisasi dan hanya perwakilan saja yang diperbolehkan masuk untuk menyampaikan aspirasinya namun Kericuhan kembali terjadi ketika awak media yang meliput aksi demonstrasi tersebut dilarang masuk.

Bahkan ketika wartawan dari Zona Satu, Roy Kurnia Irwan. “Dengan memperkenalkan diri mencoba mewakili rekan – rekan media untuk melakukan proses negosiasi agar para jurnalis diperbolehkan melakukan liputan masuk kedalam, tetapi tetap dilarang masuk,

Massa saat membuang beberapa sak sampah didepan pagar kantor Kejaksaan Kabupaten Kediri “Maaf tolong kami hanya bertugas menjalankan perintah pimpinan, sekali lagi maaf, semua wartawan dilarang masuk karena didalam sedang ada pembangunan di kwatirkan ada material yang terjatuh”

Akhirnya rekan – rekan media massa cetak dan elektronik hanya bisa menunggu di seberang jalan Kantor Kejaksaan.

Ketika perwakilan massa yang selesai menyampaikan aspirasinya nampak keluar sambil teriak- teriak dan berorasi kembali, Massa saat membuang beberapa sak sampah didepan pagar kantor Kejaksaan Kabupaten Kediri“Kajari penakut tidak berani tahan tersangka korupsi di Dinas Kominfo Kediri, beraninya hanya tahan penjudi togel, penjudi sabung ayam dan maling Hp. Masak jebloskan ke tahanan para koruptor yang rampok Milyaran rupiah duit rakyat kok jadi penakut, ” ujar para aktifis yang bergantian dalam orasinya.

Saat ditemui selesai aksi demontrasi tersebut, Tomi Ari Wibowo mengatakan, “Rekan – rekan aktifis anti korupsi sangat kecewa karena Kepala Kejaksaan Kabupaten Kediri tidak berani menjebloskan ke penjara para tersangka korupsi, masak hanya dikenai tahanan kota saja. Ungkap Tomi, Kami juga menyesalkan kenapa rekan – rekan media dilarang masuk untuk meliput waktu kami audensi menyampaikan aspirasi masyarakat, kalau alasan sedang ada pembangunan sangat tidak masuk akal, kami diperbolehkan masuk kenapa rekan – rekan dari media cetak dan elektronik tidak diperbolehkan masuk. Ini jelas melanggar UU PERS , menghalangi tugas wartawan untuk meliput,” lanjutTomi.

Tomy Ari Wibowo menambahkan, usai pertemuan tertutup di gedung Kejaksaan “Belum ada audit, belum ada surat dari Lapas, pokoknya ada empat alasan. Bila Kajari tidak berani menahan, kami minta Kajari untuk segera diganti / mundur dari jabatannya,” imbuhnya.

“Minggu depan rekan – rekan aktifis akan kembali melakukan aksi demonstrasi di Kejaksaan Kabupaten Kediri dengan membawa beberapa binatang diantaranya babi, anjing dan juga ular,” pungkas Tomi, aktifis anti korupsi yang di kenal pemberani.

Sebelum meninggalkan kantor Kejaksaan dan menuju kantor DPRD Kabupaten Kediri, nampak terlihat para aktifis anti korupsi menumpahkan beberapa karung sampah didepan pintu masuk .

Bahkan ketika massa demonstrasi sudah meninggalkan lokasi, kemudian rekan – rekan jurnalis juga berusaha wawancara konfirmasi ke Kepala Kejaksaan tapi juga belum diperbolehkan masuk. Terlihat juga dari pihak Polres Kediri melakukan penjagaan secara berlapis sehingga aksi berjalan dengan tertib. (Dlg)