Sulawesi Tengah, BeritaTKP.com – Pemimpin kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora harus berakhir tragis. Ali Kalora harus tewas dengan cara ditembak mati oleh Satgas Madago Raya. Nasib Ali Kalora mengingatkan kita pada pemimpin terdahulunya Yaitu Santoso yang juga tewas ditembak.

Ali Kalora diketahui adalah sebagai penerus estafet kepemimpinan Santoso. Santoso bahkan dimasa itu dianggap lebih sadis ketika menjalankan aksi terornya.

Sebagaimana yang diberitakan, Santoso tewas pada tanggal 18 Juli 2016 silam. Dia ditembak anggota Satgas Tinombala dari unsur Batalion Infanteri 515 Kostrad, Jember.

Setelah tewasnya Santoso, masih ada sosok Basri bin Baco Sampe alias Bagong yang menjadi tangan kanan dari Santoso. Basri bisa menjadi penerus Santoso. Beruntung, Satgas Tinombala berhasil menangkapnya hidup-hidup di Sektor Satu, Poso, Pesisir Selatan, pada 14 September 2016 yang lalu.

Maka sejak saat itu, Ali Kalora menjadi pemimpin MIT. Namun saat Ali Kalora memimpin dia sempat dianggap enteng oleh pihak kepolisian.

“Ali Kalora jauh di bawah kelasnya Santoso dan Basri,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di PTIK, Jl Tirtayasa, Jakarta, pada 14 September 2016.

Namun ternyata Ali Kalora tidak kalah sadis dari Santoso. Pada 27 November 2020 lalu, dia memimpin pembunuhan sadis empat anggota keluarga di Dusun Lewonu, Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Keempat korban tersebut adalah Yasa dan menantunya Pinu serta dua lainnya Naka dan anaknya Pedi. Selain itu, kepolisian menyebutkan kelompok Ali Kalora mengambil stok beras sebanyak 40 kg dan membakar 6 rumah warga disana.

Akhirnya pelarian Ali Kalora berakhir. Seperti Santoso, dia tewas ditembak bersama anak buahnya yang masuk enam DPO Satgas Madago Raya. Ali Kalora tewas tertembak bersama anak buahnya Jaka Ramadhan.

“Ya, ada 6 orang yang masuk dalam DPO. 2 orang tertembak, dan sisa 4 orang ini orang Bima semuanya, simpatisan yang terpengaruh konflik Poso zaman dahulu, termasuk kelompok Santoso dulu,” ujar Irjen Rudy.

Ali Kalora tewas dalam baku tembak dengan Satgas Madago Raya di Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo, Sulteng. Peristiwa itu terjadi pada petang kemarin. Mayatnya langsung dievakuasi pada Minggu (19/9) pagi kemarin. (RED)