JAKARTA, BeritaTKP.com – Laporan terhadap Dinar Candy terkait dengan dugaan pornografi telah dicabut oleh Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI).

Dinar Candy diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka karena aksinya yang mengenakan bikini saat melakukan protes perpanjangan PPKM.

“Kali ini bersama SEMMI, Serikat Muslim Indonesia, yang kasus kemarin, kita damai ya kakak. Dan kakak-kakak bersedia mencabut laporan dengan syarat yang kakak ajukan,” kata Dinar Candy saat di Polda Metro Jaya, Senin (20/9).

Meski telah berdamai, Dinar mengaku siap untuk mengikuti proses hukum yang berlaku dan siap hadapi nantinya.

“Yang penting aku tuh gini ya, damai dulu dengan PB SEMMI, karena dia yang menuntut saya, yang penting saya clear dulu sama kakak-kakak ini. Dan kalau masalah hukum ke depannya gimana, aku sih ya hadapin aja gitu, mau bagaimana pun aku tidak akan menghindar dari proses hukum yang semestinya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif LBH PB SEMMI Gurun Arisastra menyampaikan bahwa kesepakatan damai itu sudah terjadi setelah Dinar menyetujui sejumlah syarat, antara lain Dinar mengakui perbuatannya, tidak akan mengulangi perbuatannya, hingga bersedia untuk memperbaiki diri.

“Kami telah sepakat untuk berdamai dan surat keputusan kami terkait dengan perdamaian ini sudah disampaikan ke SPKT, sentra pelayanana kepolisian terpadu, lalu kepada kriminal khusus sudah disampaikan dan selanjutnya kita akan sampaikan juga ke Polres Jakarta Selatan, penyidik serta kasat reskrim untuk menyampaikan informasi ini,” tutur Gurun.

Diketahui, pada awal bulan Agustus lalu polisi menangkap Dinar Candy di sekitar Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan. Penangkapan ini, buntut dari aksi protes yang dilakukan Dinar. Dalam aksinya yang dilakukan di tepi jalam itu, ia tampak mengenakan bikini, masker, serta kaca mata dan membawa sebuah papan.

Usai ditangkap, PB SEMMI melaporkan Dinar ke Polda Metro Jaya atas kasus dugaan pornografi. Laporan ini diterima dengan nomor LP/B/3.756/VIII/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 5 Agustus 2021.

Setelah dilakukan proses penyidikan, Dinar pun ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pornografi. Dinar dijerat Pasal 36 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

(RED)