Bandung, BeritaTKP.com – Kelompok pencurian motor yang beraksi dengan menggunakan senjata api diringkus petugas. Kelompok pencuri ini beranggotakan 7 orang.

Tujuh pelaku tersebut adalah MS, AS, ARP, AS, IF, SSR dan CPA. Mereka sudah beraksi sebanyak 30 kali, dan sempat terekam oleh kamera CCTV saat beraksi di sebuah indekos, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung (11/8) lalu.

Dalam rekaman tersebut, MS terlihat menodongkan sebuah senjata api kepada penghuni kos saat mereka kepergok oleh penghuni kosan. Tidak berani melawan, akhirnya dua sepeda motor pun dibawa kabur oleh para tersangka.

MS mengaku dalam satu kali aksi dapat dilakukan oleh empat orang. Mereka memiliki peran masing-masing termasuk MS.

“Dalam sekali bisa tiga motor yang dibawa,” ujar MS saat dihadirkan di Mapolresta Bandung, Rabu (22/9/2021).

Dari hasil penyelidikan, mereka sudah beraksi sebanyak 30 kali. MS mengaku, baru beberapa kali menggunakan senpi ketika melakukan aksi pencurian.

“Itu senpi korek pak. Saya dapat dari teman saya. Itu buat nakut-nakutin saja,” ucap MS.

Hasil curian tersebut, ia jual kepada seorang penadah motor curian dengan harga sekitar Rp 2,7 jutaan satu motornya. Dan hasil dari penjualan tersebut mereka pakai untuk berfoya-foya.

“Di pake untuk foya-foya pak,” ucapnya.

Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan menuturkan masih ada tiga orang lagi yang berstatus daftar pencarian orang (DPO). Ketiga orang tersebut diduga ikut berkomplot dalam aksi pencurian tersebut.

“Dari 10 orang, 7 orang berhasil ditangkap di wilayah Limbangan, Garut. Kemudian 3 orang masih DPO, proses pencarian,” ujar Hendra.

Sejumlah barang bukti diamankan oleh petugas di antaranya, senpi korek, baju dan helm yang digunakan oleh tersangka, serta puluhan kendaraan roda dua yang belum berhasil dijual oleh para tersangka ke penadah.

“Adapun pasal yang kita terapkan 363 ataupun 365 KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun,” lanjutnya

(RED)