Nganjuk, BeritaTKP – Sekilas tentang Perpustakaan Desa/Kelurahan adalah perpustakaan masyarakat sebagai salah satu sarana/media untuk meningkatkan dan mendukung kegiatan pendidikan masyarakat pedesaan, yang merupakan bagian integral dari kegiatan pembangunan desa/kelurahan.

Di Desa Sukorejo Kecamatan Loceret Kepala desa sudah menyediakan bangunan dengan beserta isinya terutama buku buku yang bermanfaat bagi masyarakatnya di Jln Semeru Desa Sukorejo Kecamatan Loceret Nganjuk yang sudah berdiri 2018 dan oleh Kepala Desa sekarang Sutrisno Jan dikembangkan lagi.

Dan pada Kamis pagi 23/09/21 Kantor desa Sukorejo menerima kunjungan rombongan Bakorwil Bojonegoro untuk monitoring pelaksanaan dan perkembangan PERPUSDES.

Menurut kepala desa Sukorejo Sutrisno Perpustakaan desa/Kelurahan (PERPUSDES) yang sekarang ini sudah lama tidak maksimal dalam pelaksanaanya dan saya akan berusa mengembangkan lagi untuk menghidupkan minat baca masyarakat kami karena PERPUSDES merupakan perpustakaan masyarakat sebagai salah satu sarana atau media dalam meningkatkan dan mendukung kegiatan pendidikan masyarakat pedesaan. … Tiga fokus program kegiatan ini adalah memanfaatkan PERPUSDES sebagai sentra informasi, Sentra edukasi, dan sentra pemberdayaan masyarakat.

Kepala Desa Sutrisno melanjutkan bahwa Tujuan Untuk menunjang program wajib belajar, Menunjang program kegiatan pendidikan seumur hidup bagi masyarakat, Menggalakkan minat baca masyarakat dengan memanfaatkan waktu luang untuk membaca agar tercipta masyarakat kreatif. dinamis . produktif dan mandiri, Menyimpan dan mendayagunakan berbagai dokumen kebudavaan sebagai sumber informasi, penerangan. pembangunan clan menambah wawasan pengetahuan masyarakat pedesaan, Memberikan semangat dan hiburan yang sehat dalam pemanfaatan waktu senggang dengan hal-hal yang bersifat membangun,Mendidik masyarakat untuk memelihara dan memanfaatkan bahan pustaka secara tepat guna dan berhasil guna.

sekedar diketahui Sesuai Undang undang nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan, pemerintah pusat, provinsi, kabupaten hingga desa mempunyai kewajiban menganggarkan perpustakaan desa. Kalau perpustakaan sekolah, sudah jelas minimal 5 persen APBS dialokasikan untuk perpustakaan sekolah, terbentuknya perpustakaan desa tidak serta merta langsung mampu meningkatkan minat baca

masyarakat tersebut. Karena tumbuhnya minat baca tidak ujug-ujug atau tiba-tiba datang. Tetapi harus dipupuk sejak dini. Ibu-ibu, sangat berpengaruh menumbuhkan minat baca. Maka ibu-ibu harus dekat dengan buku, bukan dekat dengan Gawai (gatget) ketika menemani Si Kecil menjelang tidur atau sat bercengkrama.

Pengaruh ibu sangat dominan dalam penumbuhan minat baca. Anak tidak harus langsung disodori buku untuk membaca. (Muryati)