JAKARTA, BeritaTKP.com – Tri Rismaharini selaku menteri sosial buka suara tentang penghentian Bantuan Sosial Tunai (BST) selama masa pemberlakuan PPKM darurat covid-19.

Risma menjelaskan ada dua jenis program bansos yang dikelola oleh Kemensos. Pertama bansos reguler yang dirancang untuk mendukung kebijakan dari pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, kemudian bansos khusus eksisting yang dikelola Kemensos karena adanya kedaruratan.

Sementara BST kan termasuk bansos eksisting yang diberikan dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak oleh PPKM. Namun ketika masyarakat bisa kembali bekerja karena PPKM sudah mulai dilonggarkan, maka bansos tersebut bisa dihentikan.

“BST ini dirancang untuk kedaruratan, bukan untuk keperluan permanen. BST diluncurkan pemerintah terkait dengan kebijakan PPKM seiring tingginya angka penularan covid-19 saat itu,” kata Risma dalam keterangan tertulis, Kamis (23/9).

Risma juga menyampaikan, rencana awal BST hanya akan diberikan selama empat bulan pada bulan Januari hingga April 2021 lalu, namun melihat kondisi PPKM yang semakin ketat maka pihaknya kembali memberikan BST. Melihat hal itu, pihaknya memutuskan untuk memperpanjang program BST di bulan  Mei hingga Juni 2021 dengan nilai Rp300 ribu perbulan.

“BST ini menyasar 10 juta KPM dengan penyaluran dilakukan melalui PT Pos Indonesia,” kata Risma.

Lebih lanjut, Risma juga menyampaikan pihaknya masih memberikan dua program bansos reguler dengan total anggaran Rp73,8 triliun. Kemensos masih meluncurkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Bantuan PKH dianggarkan senilai Rp28,7 triliun dengan target 10 juta KPM disalurkan melalui Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA). Sedangkan BPNT dianggarkan Rp45,12 triliun dengan target sebanyak 18,8 juta KPM yang disalurkan setiap bulan.

“Selain dari Kemensos, masyarakat juga masih mendapatkan berbagai bantuan dari kementerian lain dan juga pemerintah daerah. Seperti Kartu Prakerja, subsidi listrik, bantuan langsung UMKM, dan lainnya,” kata Risma.

Sebelumnya Risma secara resmi mengatakan menyetop BST bagi warga terdampak PPKM. Pemberian BST terakhir pada bulan Juni 2021 yang disalurkan pada Agustus kemarin.

(RED)