Ilustrasi perdagangan kulit harimau yang digagalkan.

RIAU, BeritaTKP.com – Pelaku perdagangan kulit Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang berjumlah 4 orang berhasil ditangkap. Keempat orang itu ditangkap usai mendapatkan laporan dari warga yang menghubungi call center Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

“Empat pelaku beserta barang bukti kulit harimau dan satu mobil Toyota Avanza dibawa ke Mapolda Riau,” kata Subhan, Kepala Balai Penegakan Hukum KLHK Wilayah Sumatera, Jumat (24/9).

Keempat pelaku tersebut berinisial MA ,48, SH ,47, SU ,62, dan AR ,47,.

Pelaksana Harian Kepala BBKSDA Riau Hartono menyebut penangkapan itu terjadi pada Kamis (24/9), di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

“Keempatnya berhasil diamankan sekitar pukul 06.30 wib, saat sedang berada di SPBU Simpang Kubang, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Masing-masing inisial pelaku terdiri dari 3 orang lelaki yaitu S, SH, R , dan seorang perempuan berinisial M,” kata dia.

Kasus ini terungkap saat pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat soal rencana transaksi perdagangan kulit Harimau Sumatera pada hari Sabtu (18/9).

Terkait informasi itu, Tim Balai Besar KSDA Riau melakukan operasi pengumpulan bahan keterangan, bukti, dan saksi terkait rencana tersebut.

“Selama seminggu lebih pengumpulan keterangan dan bukti-bukti dilakukan hingga pendalaman terkait informasi tersebut sampai ke wilayah Darmasraya Sumatera Barat,” lanjut Hartono.

Pada Kamis (23/9), ia mengatakan tim BBKSDA Riau berhasil memastikan kepada pelaku untuk bisa melakukan transaksi kulit Harimau Sumatera menuju Kota Pekanbaru.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Polda Riau dan Balai Gakkum Wil Sumatera Seksi Wilayah II.

“Keempat pelaku diamankan pagi tadi bersama dengan kulit harimau yang disimpan di dalam mobil, dan untuk kepentingan penyelidikan kini keempat pelaku dan barang bukti diserahkan ke Polda Riau akan segera dilakukan proses penyidikan oleh Tim Penyidik Polda Riau,” ujarnya.

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Ditjen Gakkum KLHK Sustyo Iriyono menyebut pihaknya sudah membentuk Tim Intelijen dan Cyber Patrol untuk memetakan jaringan perdagangan tumbuhan dan satwa yang dilindungi secara ilegal.

“Kejahatan ini melibatkan jaringan pelaku berlapis,” ujarnya.

Hartono menimpali pihaknya mempersilakan warga untuk melapor kasus-kasus terkait dengan adanya perdagangan satwa atau tumbuhan yang dilindungi.

“Untuk itu masyarakat bisa melaporkan gangguan terhadap kawasan konservasi ataupun kejahatan terhadap satwa liar yang dilindungi ke call center Balai Besar KSDA Riau di nomor 081374742981,” tutupnya.

Keempat pelaku kini terancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak 100 juta rupiah.

(RED)