BLITAR, BeritaTKP.com – Pelaku pembunuhan seorang pria dengan berlumuran darah di Blitar akhirnya berhasil diketahui. Setelah 2×24 jam pelaku berhasil ditangkap disebuah gubuk ditengah hutan di wilayah Ngantang, Kabupaten Malang.

Pelaku adalah MZA ,22, warga asal Kelurahan Babadan Kecamatan Wlingi. Hubungan antara pelaku dan korban, selain tetangga dekat, mereka juga bersahabat sejak masih remaja.

Usai menyerang Arhab Muhlisin, dengan sebilah pisau, pelaku melarikan diri naik motor Honda Scoopy merah dengan nomor polisi AG 3710 KAG dan kabur ke arah timur.

Kapolres Blitar AKBP Aditya Panji Anom mengatakan korban dibekuk pada hari Kamis (23/9) sekitar pukul 21.00 wib. Pengejaran dan penelusuran dari jejak pelaku sampai ditemukan di tengah hutan, berkat informasi dari warga sekitar.

“Pengejaran dilakukan dalam waktu 2×24 jam sampai jejak pelaku kami temukan, berkat kerjasama dengan masyarakat sekitar. Pelaku kami ringkus saat sedang tidur di dalam sebuah gubuk ditenga hutan wilayah Ngantang,” papar Aditya, Sabtu (25/9/2021).

Dengan tertangkapnya pelaku, polisi membuka motif aksi pembunuhan yang dilakukan kepada korban. Sesuai dengan keterangan beberapa saksi yang telah dimintai keterangan, pelaku tega membunuh sahabatnya sendiri ini akibat pengaruh minuman keras.

“Sebelum terjadinya aksi pembunuhan, korban dan pelaku itu sempat pesta minuman keras. Pelaku kemudian emosi karena ada perkataan korban yang membuatnya tersinggung. Saat pulang, pelaku mengambil pisau dapur lalu menusukkan ke bagian leher korban hingga korban tewas di lokasi kejadian,” bebernya.

Perkataan apakah yang mengyinggung pelaku hingga nekat membunuh korban??. MZA menjawab “lek carane ngene gak usah koncoan c** (kalau caranya begini gak usah berteman),” jawabnya singkat.

MZA juga mengaku, tidak ada masalah sebelumnya dengan korban. Hanya pengaruh dari minuman keraslah yang membuatnya naik pitam, hingga tanpa pikir panjang mengambil pisau dan menyerang korban.

“Kami sama-sama mabuk. Jadi tersulut emosi gak pakai pikir panjang,” lanjutnya.

Kini MZA mendekam di sel tahanan Mapolres Blitar. Dia akan dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Aksinya juga bisa dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman maksimal hukuman mati.

(RED)