BLITAR, BeritaTKP.com – Ibu dan anak penjual jadah goring di Blitar yang disiram minyak panas oleh seorang preman ternyata preman tersebut sedang dalam keadaan mabuk. Preman tersebut juga adalah seorang residivis.

PR Pelaku penyiraman minyak panas pada ibu dan anak di Blitar.

Kapolsek Wlingi, AKP Mulyanto mengatakan bahwa pelaku, PR, sudah diamankan di Mapolsek Wlingi. Di depan polisi, PR mengaku melihat orang membawa parang dan mengancam akan menyerangnya. Namun dari mulutnya keluar bau miras yang sangat tajam.

“Menurut dari keterangan pelaku, dia merasa ada orang yang sedang membawa parang dan sedang mengancam pelaku. Sehingga pelaku tanpa banyak ngomong langsung menyiramkan minyak goring panas ke orang yang dimaksud. Ternyata hanya bayangan pelaku saja sehingga mengenai korban. Pelaku mabuk miras,” jawab Kapolsek Wlingi, AKP Mulyanto, Minggu (26/9/2021).

PR selama ini memang dikenal sebagai preman di Stasiun Wlingi. Pelaku juga adalah seorang residivis dari kasus pemalakan, yang sempat mendekam di balik jeruji besi. Dalam keseharian, pria yang tubuhnya dipenuhi dengan tato dan akrab dipanggil Jeber itu selalu dalam kondisi mabuk miras.

Peristiwa ibu dan anak disiram minyak panas itu terjadi pada hari Sabtu (25/9) sekitar pukul 19.15 wib di warung milik korban yang terletak di Jalan Raya Beru Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Saat kejadian, kedua korban baru saja selesai menggoreng jadah.

Tiba-tiba pelaku datang ingin meminjam sepeda motor milik korban. Karena sibuk melayani pembeli, korbanpun tanpa banyak bertanya langsung menyerahkan kunci sepeda motornya kepada pelaku.

“Tiba-tiba PR mengambil wajan yang berisikan minyak panas, lalu menyiramkan ke tubuh anak dan istri saya. Mereka berteriak kesakitan. Saya pas di luar tenda lari masuk lalu teriak minta tolong ke warga sekitar,” beber Rendy di hadapan polisi.

Mendengar Rendy yang berteriak minta tolong, warga sekitar langsung meringkus PR. Massa sempat menghakimi pelaku dengan pukulan bertubi-tubi, sebelum akhirnya seorang petugas kepolisian yang sedang patroli berhasil mengamankan pelaku dari amukan massa.

(RED)