Banten, BeritaTKP.com – Dua orang pelaku pembobolan sebuah minimarket yang sering beraksi di Kabupaten Lebak, Banten terpaksa harus merasakan timah panas dari petugas. Dua orang pelaku ialah DS ,39, dan D alias Agus ,48,.

Polisi berhasil meringkus keduanya saat berada disebuah rumah kontrakan, yang terletak di Bogor, Jawa Bara, pada Sabtu (25/9). Sebelumnya, dua pelaku itu sempat berupaya untuk membobol minimarket di kawasan Warunggunung, Lebak, pada Rabu (22/9).

“Tadinya mereka berencana melakukan aksinya, tapi gagal, karena waktu itu keburu ramai oleh warga. Saat itu mereka langsung melarikan diri,” kata Kasat Reskrim Polres Lebak AKP Indik Rusmono, Selasa (28/9/2021).

Biasanya saat beraksi, kawanan pencuri ini mengeluarkan tembakan senjata api untuk menakuti-nakuti warga. DS dan D beraksi bersama dengan tiga rekannya yang berinisial SO, UT dan IW, yang kini sedang dicari dan masuk kedalam daftar pencarian orang (DPO).

“Tersangka D ini disebut sebagai kapten di kelompok mereka. Sedangkan DS sebagai eksekutor yang menggunakan senjata api dan dia juga yang menembakkan peluru ke udara untuk menakuti-nakuti warga. Kalau SO dan UT berada didalam mobil menyiapkan peralatan dan memantau situasi sekitar, sementara IW ikut masuk ke dalam minimarket,” tutur Indik.

Dari tangan sindikat ini, polisi ikut menyita sejumlah barang bukti berupa satu buah senjata api rakitan, satu buah senjata api berjenis airsoft gun, dan satu set peralatan las yang digunakan untuk membobol brangkas uang minimarket. Sedangkan ketiga pelaku yang masih buron hingga kini terus diburu oleh petugas.

DS dan D ditembak di bagian kakinya lantaran mencoba untuk melarikan diri saat akan diringkus polisi. “Kami memberikan tindakan tegas karena kedua pelaku hendak melarikan diri saat disergap anggota di kontrakannya,” kata Indik.

Untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya, kedua pelaku ini terancam pasal berlapis. Yaitu Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dan Pasal 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api Ilegal.

“Ancaman hukumannya 5 tahun dan 20 tahun kurungan penjara,” ucap Indik. (RED)