Jawa Timur, BeritaTKP.com – Pelaku aksi tawuran pemuda yang terjadi di Jalan Raya Desa Sukoiber, Kecamatan Gudo, Jombang berhasil diamankan polisi. 5 orang yang terlibat dalam aksi tersebut sudah diamankan sedang 2 pelaku lagi masih menjadi buron

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan mengatakan aksi tawuran tersebut dipicu karena gesekan antara dua kelompok perguruan silat di acara kuda lumping di Desa Sukoiber pada Minggu (26/9) sekitar pukul 14.30 wib.

Gesekan tersebut berubah menjadi tawuran di Jalan Raya Desa Sukoiber sekitar pukul 16.30 wib. Saat itu, kedua kubu sama-sama pulang dari menonton acara kuda lumping.

“Saat melihat jaranan mereka tidak sengaja bersenggolan. Karena mayoritas anak muda, emosinya masih tinggi dan labil, akhirnya terjadilah perkelahian itu. Ada dua kelompok perguruan yang melakukan perkelahian,” kata Teguh saat di Mapolres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Selasa (28/9/2021).

Baku hantam dengan tangan kosong itu mengakibatkan 4 orang pemuda menderita luka lebam. Yaitu Bachrudin Isnaini ,20, warga asal Desa Plumbon Gambang, Gudo, Jombang, Affredo Anggada ,20, warga asal Desa Kempleng, Purwoasri, Kediri, Fajar Ferdiansyah ,21, warga asal Desa Sukoiber, Gudo, serta Khalvin Kusuma ,22, warga asal Desa Wangkal Kepuh, Gudo.

“Karena perkelahian tangan kosong, korban mengalami luka lebam, ada satu yang kakinya lecet karena jatuh di aspal,” terang Teguh.

Tim gabungan Satreskrim Polres Jombang dan Polsek Gudo berhasil mengidentifikasi 7 orang pelaku tawuran tersebut. Identifikasi salah satunya menggunakan video yang beredar melalui grup WhatsApp.

Lima pelaku diringkus pada hari Minggu (26/9) malam. Yaitu Wawang Priyantofa ,28, warga asal Desa Sukoiber, Gudo, Ahmad Reynaldi ,21, warga asal Desa Spanyul, Gudo, serta Wahyu Eka Pradana ,23, Rian Maulana ,19, dan Dian Arya ,20, ketiganya adalah warga asal Desa Godong, Gudo, Jombang.

“Kelima pelaku saat ini kami tahan, dua orang masih buron,” jelas Teguh.

Para pelaku disangka dengan pasal 170 ayat (1) dan ayat (2) ke-1 KUHP tentang Pengeroyokan. Hukuman 7 tahun penjara sudah menanti mereka.

“Terkait jaranan (pertunjukan kuda lumping) ditindaklanjuti Polsek Gudo, apakah sudah ada pemberitahuan ke polsek atau belum. Walaupun Jombang sudah level 1, kita tetap harus tetap menjaga prokes,” tandas Teguh.

(RED)