JAKARTA, BeritaTKP.com – Sepasang pasutri berinisial A ,35, dan F ,30, ditangkap oleh Polsek Kebon Jeruk. A dan F ditangkap karena terlibat kasus peredaran ganja jaringan lembaga pemasyarakatan. Hal ini dikendalikan oleh seorang narapidana penghuni Lapas Lampung.

“Subnit Narkoba Polsek Bonjer berhasil mengungkap kejahatan atau jaringan narkotika dengan jaringan Lapas Lampung,” kata Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk AKP Pradita Yuliandi saat konferensi pers, Selasa (28/9/2021).

Pradita menyebut saat meringkus kedua tersangka, polisi mengamankan barang bukti ganja seberat 1,5 kg. Pasangan tersebut sebelumnya telah menyelundupkan ganja sebesar 40 kg.

“Dari pemeriksaan yang kita lakukan, sudah kurang-lebih dua tahun menjalankan aksinya,” ucap Pradita.

“Pasang pasutri ini penerima di sini dan diedarkan ke wilayah Jabodetabek, 40 kg diedarkan di wilayah Jabodetabek,” sambungnya.

Pradita menyebutkan, dalam kasus ini, mereka dikendalikan oleh seorang napi di Lapas Lampung. Napi tersebut merupakan tetangganya yang ditahan di Lapas Lampung.

“Jaringan ini tidak hanya sebatas sepasang suami-istri, banyak peran-peran serta lain dan dikendalikan dari dalam Lapas Lampung yang kebetulan warga Kebon Jeruk yang ditahan di Lapas Lampung. Dia yang mengendalikan,” jelas Pradita.

“Kebetulan warga lapas yang ada di lapas Lampung ini adalah masih tetangga dengan pelaku yang kita tahan, saling berkomunikasi kemudian muncullah niat jahat, niat yang saling menguntungkan dan ada kesempatan,” sambungnya.

Kini polisi bakal mengusut tuntas jaringan narkoba tersebut yang nantinya akan berkoordinasi dengan Polres Metro Jakarta Barat, BNN, dan BNPT. Dalam kasus ini, polisi juga menetapkan dua orang sebagai DPO yang berinisial DH dan AR yang berperan sebagai kurir.

“Ada beberapa orang yang sekarang masih kita cari kaitannya dengan siapa kurirnya, siapa yang mengantar dan menerima, sudah kita terbitkan sebagai DPO, masih kita cari,” ucap Pradita.

Dalam kasus ini, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 1 koper, 20 paket daun ganja kering dalam kertas warna cokelat, 1 paket bungkusan ganja kering dengan lakban warna cokelat. Kemudian, 2 unit HP, 1 kartu ATM, dan 1 timbangan digital.

“Pasal yang ditetapkan ke tersangka adalah Pasal 114 sub 111 juncto Pasal 132 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika ancaman seumur hidup,” tutupnya. (RED)