Jawa Tengah, BeritaTKP.com – Seorang pelaku terkait dengan kasus arisan online yang terjadi di Salatiga yang merugikan para korban hingga miliaran rupiah berhasil ditangkap. Polisi masih mendalami apa peran dari pelaku beinisial D.

Dari informasi yang tersebar, D berhasil ditangkap di Surabaya pada hari Sabtu (25/9) lalu di Jawa Timur dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy membenarkan informasi tersebut.

“Saya membenarkan soal itu,” kata Iqbal saat ditemui di kantor Dit Polairud Jateng, Semarang, Rabu (29/9/2021).

Iqbal menjelaskan petugas masih melakukan penyidikan kasus arisan online ini. Dengan alasan itu, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut termasuk peran dari D dan apakah berhubungan dengan kasus serupa di daerah lain.

“Terkait peran masih dalam proses penyelidikan, kita belum bisa sampaikan lebih jauh. Pasti akan kita telusuri apakah ada konektifitas dengan kasus daerah lain,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang perempuan berinisial RAPS ,34, alias Maryuni Kemplink sudah ditangkap sebagai bandar arisan online. Jumlah kerugiannya yang dialami korban mencapai Rp 4,7 miliar.

Dari pengembangan kasus tersebut sementara diketahui tersangka sudah beraksi mulai bulan Februari 2021 dan memakan banyak korban. Hingga saat ini yang tercatat sudah ada sembilan orang korban.

“Dengan modus yang sama, sementara kami data kan ada sembilan orang korban. Ini masih bergulir, bisa bertambah karena tidak hanya warga Salatiga saja. Total kerugian dari sembilan korban kurang lebih Rp 4,7 miliar,” kata Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana, dalam jumpa pers, Jumat (24/9) lalu.

Modus yang dilakukan oleh tersangka yaitu awalnya mengajak orang-orang yang dikenalnya untuk menyetor uang arisan dengan janji bunga. Awalnya uang bunga yang diberikan ke korban sebenarnya uang para korban sendiri. Dengan cara itu, para korban percaya dan akhirnya mencari tambahan member lainnya. (RED)