Jakarta Timur, BeritaTKP.com – Pratik prostitusi online yang terjadi disebuah kamar apartemen yang terletak di daerah Pulogbang, Jakarta Timur berhasil dibongkar oleh pihak kepolisian.

Pengungkapan ini berawal dari laporan seorang ibu yang menyatakan bahwa anaknya meninggalkan rumah tanpa izin dan pergi bersama dengan temannya. Anak ibu itu tak pulang sejak tanggal 1 September lalu.

“Tanggal 24 September 2021 pelapor ibu kandung korban mengetahui ada akun Michat yang menawarkan foto anak korban untuk bisnis prostitusi,” kata Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Pujiyarto dalam keterangannya, Kamis (30/9).

Ibu korban lantas membuat laporan ke Polda Metro Jaya pada Rabu (28/9). Satu hari berselang, polisi langsung menuju ke apartemen yang dimaksud dalam foto yang menawarkan anak sang pelapor dan melakukan penggerebekan.

“Dan mengamankan anak korban yang berinisial MF beserta dengan seorang wanita BO yang masih dibawah umur, serta beberapa orang joki yang menjajakan anak-anak di bawah umur untuk layanan seksual,” tutur Pujiyarto.

Dalam penggerebekan itu, kata Pujiyarto, pihaknya menangkap dua orang muncikari atau joki yang berinisial MG dan DZH.

Selain itu, tiga perempuan di bawah umur yang menjadi korban turut serta diamankan. Yakni, SIR, MF, dan AJ. Lalu, seorang laki-laki berinisial MAS ,16, dan perempuan AP ,18, juga turut diamankan.

Polisi turut menyita beberapa barang bukti dari lokasi kejadian. Antara lain, adalah uang hasil prostitusi online sebesar Rp 600 ribu, dua alat kontrasepsi, handphone, akta kelahiran, serta hasil tangkapan layar pada aplikasi Michat.

Pujiyarto menjelaskan prostitusi online dilakukan dengan modus mengajak perempuan di bawah umur untuk menjadi pacar.

“Dan mengajaknya untuk menginap di apartemen, selanjutnya menawarkan wanita BO, anak bawah umur di media sosial, dengan menggunakan aplikasi Michat,” ucap Pujiyarto.

Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus prostitusi online ini. Dalam kasus ini, para pelaku dapat dikenakan dengan Pasal 2 UU Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO dan atau Pasal 76I Jo Pasal 88 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. (RED)