BANYUWANGI, BeritaTKP.com – Karena merasa cemburu dengan tetangganya pria di Banyuwangi nekat membacok tetangganya dengan celurit dibagian kepalanya. Hingga korban harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Barang bukti yang diamankan oleh polisi.

Peristiwa itu terjadi di Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, pada Sabtu (02/10). Denny Wahyu ,25, nekat membacok Suprapto ,44, yang merupakan tetangganya sendiri, lantaran cemburu istrinya sering digoda oleh korban.

Kapolsek Wongsorejo, Iptu Sudarso membenarkan aksi pembacokan tersebut. Motifnya karena pelaku menemukan chat pribadi sang istri dengan korban. Dalam percakapan itu, korban sering mengajak istri pelaku untuk bertemu di luar rumah.

“Motif penganiayaan ini, dilatarbelakangi oleh rasa cemburu pelaku terhadap korban. Istri pelaku ditengarai sering digoda oleh korban, bahkan diajak jalan bersama,” ujar Sudarso, Minggu (03/10).

Sebelum kejadian, kata Sudarso, pelaku sempat bertemu di rumah korban. Pada saat itu pelaku langsung memukul korban. Wajah korban juga ditusuk menggunakan kunci sepeda motor.

“Terjadi pergumulan hingga akhirnya dilerai oleh warga sekitar,” kata Sudarso.

Masih tak terima dengan perilaku korban, pelaku kemudian bergegas pulang untuk mengambil celurit di rumahnya. Niatan pelaku menghampiri kembali korban sempat dicegah oleh mertua pelaku. Sempat terjadi perebutan senjata tajam antara mertua pelaku dan pelaku.

“Mertuanya sempat terluka dibagian tangannya. Tapi ya karena kalah usia akhirnya pelaku ini langsung lari menuju ke rumah korban,” tambahnya.

Hingga akhirnya pelaku pun kembali bertemu dengan korban di rumahnya. Korban yang mengetahui pelaku membawa senjata tajam, akhirnya membela diri dengan membawa kayu. Korban sempat memukul pelaku, tapi meleset. Sementara pelaku langsung menghujamkan celuritnya tepat di kepala korban. Beruntung warga sekitar langsung melerai duel yang tak seimbang ini, sehingga nyawa korban berhasil diselamatkan.

“Korban langsung dibawa ke klinik terdekat oleh warga sekitar karena mengalami luka robek sepanjang 15 cm dengan dalam 5 cm di bagian kepalanya. Sementara pelaku pembacokan langsung melarikan diri,” tambahnya.

Hingga akhirnya, pelaku menyerahkan diri, setelah kabur di rumah pamannya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat (1) dan ayat (2) KUHP tentang tindak pidana penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun kurungan penjara.

“Pelaku menyerahkan diri dan saat ini sudah ditahan di Polsek,” pungkas Sudarso. (RED)