Malang, BeritaTKP.com – Dua orang pelaku pencurian motor dengan senjata api airsoft gun berhasil diringkus oleh polisi. Senjata api tersebut digunakan pelaku untuk menakut-nakuti korban dan melawan petugas saat diamankan.

Kedua pelaku berinisial MB ,41, warga asal Jember dan ZA ,20, warga asal Lumajang. Dalam aksinya mereka berdua hanya bermodal motor Honda Beat dan dua buah pistol.

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto menuturkan, kedua pelaku mencuri motor dengan menggunakan kunci T. Hal itu diketahui dari penangkapan tersangka. Petugas menyita sejumlah barang bukti berupa kunci T yang digunakan untuk mencuri motor korbannya+.

“Selain kunci T, kami juga menyita dua senpi jenis FN ternyata airsoft gun. Pistol itu digunakan untuk menakuti korbannya,” ujar Budi dalam konferensi pers di mapolresta, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Senin (4/10/2021).

Penangkapan kedua tersangka diwarnai aksi dengan aksi kejar-kejaran antara petugas dan pelaku. Petugas awalnya menerima laporan adanya pencurian motor di kawasan Jalan Kerto Raharjo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Kemudian memburu pelaku.

“Setelah dilakukan pengejaran, pelaku berhasil diamankan di Jalan Raya Singosari,” kata Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo, terpisah.

Tinton mengaku, kedua pelaku sempat melawan dan membahayakan petugas dengan cara mengeluarkan senpi airsoft gun yang mereka bawa. Sebelum pistol ditembakkan, lebih dulu petugas melumpuhkan kedua pelaku.

“Kita lakukan tindakan tegas terukur kepada salah satu tersangka. Setelah membahayakan petugas dengan akan menembakkan pistol yang kemudian kita ketahui airsoft gun jenis revolver,” paparnya.

Dalam pemeriksaan terungkap, pelaku mendapatkan senpi dari rekannya. Pistol dibeli untuk menjaga diri dan menakuti calon korbannya. “Kita masih selidiki soal kepemilikan airsoft gun tersebut. Dalam keterangan pelaku mengaku, dibeli dari temannya,” tambah Tinton.

Dalam catatan petugas, kedua pelaku sudah melancarkan aksinya sebanyak tiga kali, di wilayah hukum Polresta Malang Kota. “Hasil motor curian dibawa tersangka dan dijual ke wilayah Lumajang dan Jember,” ungkap Tinton.

Kedua pelaku dinilai telah melanggar Pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimum 7 tahun penjara dan Pasal 1 ayat 1 Undang Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951. (RED)