Gresik,BeritaTKP.com – Tampak jelas saldo di buku tabungan salah satu KPM di Desa Sukoanyar, Pemerintah telah menyalurkan dana bantuan sosial (bansos) untuk meringankan beban masyarakat seiring dengan kebijakan PPKM sebagai dampak pandemi covid-19.

Salah satu bansos yang disalurkan adalah Program Keluarga Harapan (PKH). Ironisnya, ditemukan dugaan penyimpangan dalam penyaluran bansos. Seperti yang terungkap di Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Dari penelusuran tim investigasi BeritaTKP ada oknum pengurus Kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang diduga menilap uang bantuan PKH yang seharusnya diterima oleh KPM dalam jangka waktu beberapa bulan.

Seperti yang dialami oleh MS, seorang KPM. Pada 3 April 2021 yang lalu, tercatat di buku tabungan BNI milik MS terdapat dana sebesar Rp 6.281.759. Dari dana itu harusnya menjadi hak MS sebagai KPM tersebut untuk dimanfaatkan guna menopang ekonominya di tengah kesulitan akibat dampak pandemi.

Namun, dia mengakui jika tidak pernah menerima atau melakukan penarikan dana PKH yang tercatat di buku tabungannya meskipun kartu ATM tersebut diminta oleh koordinator PKH yang terdapat di Desanya.

Dia heran, di dana buku tabungan sebagai KPM berkurang, tapi menerima bantuan dari program PKH hanya sekali saja, yakni pada pertengan tahun 2021.

Anehnya, pada 21 September 2021, saldo yang terdapat di buku tabungan BNI miliknya sejumlah Rp 300.765.

Informasi yang dihimpun Tim Investigasi diduga tidak hanya MS saja yang mengalami hal tersebut. Diduga ada sebanyak 17 KPM dan Bisa jadi Lebih penerima bantuan PKH yang tidak menerima haknya meski tercatat sebagai KPM. Untuk saat ini kami tim Investigasi terus mengumpulkam bukti dan korban tentang terkait dana Bansos KPM.

Diantaranya adalah Sw, Sr, Sp, K, B, dan beberapa lagi yang mengalami hal serupa seperti MS.

Setelah Kami konfirmasi terkait temuan ini ke Badrus pada Selasa pagi (5/10/2021), dia belum menjawab hingga berita ini ditayangkan. Badrus disebut sebagai Pendamping PKH di Desa Sukoanyar. Ditanya kebenarannya, Badrus juga enggan menjawab. (Red)