Malang Kota, BeritaTKP.com – Selama beberapa waktu terakhir masyarakat Kota Malang dibuat resah dengan adanya aksi balapan liar. Petugas gabungan akhirnya turun tangan untuk menjawab keresahan warga. Puluhan kendaraan roda dua maupun roda empat yang terlibat aksi balap liar disita.

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto mengungkapkan tentang penyitaan tersebut berawal dari petugas yang mendapatkan informasi bahwa di Jalan Ahmad Yani menjadi arena balapan liar pada malam hari.

“Kemudian kami lakukan patroli bersama POM TNI. Ternyata sudah banyak motor maupun mobil yang berkumpul dan terindikasi balapan liar. Akhirnya kami tindak mereka,” ungkap Budi di Mapolresta Jalan Jaksa Agung Suprapto, Senin (4/10/2021).

Kasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Yoppi Anggi Khrisna juga mengatakan banyak masyarakat yang sudah resah dengan aksi balap liar yang terjadi di beberapa ruas jalan raya di Kota Malang, seperti di Jalan Besar Ijen dan Jalan Ahmad Yani. Keluhan itu disampaikan melalui aplikasi Jogo Malang.

“Keluhan banyak disampaikan melalui aplikasi Joglo Malang, jika masyarakat resah adanya balap liar di Jalan Besar Ijen dan Jalan Ahmad Yani,” kata Yoppi.

Untuk merespons seluruh keluhan dari warga, kata Yoppi, operasi gabungan melibatkan TNI kemudian digelar pada dini hari kemarin. Hasilnya, ada sebanyak 48 kendaraan roda dua dan 17 kendaraan roda empat yang terjaring dalam operasi di kawasan Jalan Ahmad Yani. Petugas menempatkan semua kendaraan yang disita di halaman Mapolresta Malang Kota.

“Untuk kendaraan yang diamankan, rinciannya ada 48 motor dan 17 kendaraan roda empat. Semua kendaraan kami tilang,” tegas Yoppi.

Menurut Yoppi, sebagai besar kendaraan yang terjaring dalam operasi tak layak jalan. Seperti tak dilengkapi dengan spion, knalpot brong dan bahkan lampu mobil ada yang dicopot.

“Kita kenakan tiga pasal kepada pemilik kendaraan yang balap liar tersebut, yaitu Pasal 285 ayat (1), Pasal 286, dan Pasal 297 UU 22/2009,” tuturnya.

Yoppi menegaskan, semua kendaraan dapat diambil setelah proses persidangan dan membayar denda tilang. Yoppi menghimbau kepada masyarakat agar tak menggelar balap liar di jalanan. Selain mengganggu ketertiban dan kenyamanan, balap liar juga dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.

“Ayo bangun tertib berlalu lintas di Kota Malang. Mari ciptakan rasa aman dan nyaman, dan salurkan hobi di event resmi,” tandas Yoppi.

(RED)