Jawa Tengah, BeritaTKP.com – Ahmad Lutfi ,23, harus ditangkap oleh polisi lantaran tertangkap basah sedang meletak paket sabu, pada Selasa (5/10).

“Atas laporan dari masyarakat sekitar tentang adanya transaksi narkoba yang dilakukan di daerah Cepiring, kami kemudian langsung melakukan penyelidikan dan mencurigai seorang pemuda yang sedang menaruh sesuatu di pinggiran jalan. Kemudian tim kami langsung mendekati pemuda itu dan memang benar tersangka sedang menaruh barang,” kata Kasat Narkoba Polres Kendal AKP Agus Riyanto, Selasa (5/10/2021).

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buah klip plastik berisi serbuk kristal atau sabu di dalam bungkus rokok. Polisi kemudian melakukan pengembangan berdasarkan keterangan dari pelaku.

Pelaku adalah warga Cepiring kemudian diminta untuk menunjukkan lokasi dan alamat pengiriman sabu. Total ada 20 alamat yang sudah dikirim paket sabu tersebut.

“Kami kembangkan lagi kasus ini dan kami juga gelandang tersangka untuk menunjukkan lokasi dimana tersangka menaruh dan bertransaksi narkoba. Ada 20 lokasi yang sudah ditunjukkan oleh tersangka, dari 20 lokasi atau alamat tersebut hanya tinggal 12 lokasi saja yang masih ada barangnya, yang 8 lokasi paketnya sudah diambil oleh si pembeli,” jelasnya.

“Dari 12 lokasi tersebut, diamankan barang bukti berupa paket sabu-sabu yang masing-masing total ada 9 paket serbuk kristal terbungkus dengan isolasi warna merah dan 3 paket serbuk kristal terbungkus dengan isolasi warna putih. Berat total keseluruhan adalah 26,8 gram,” terangnya.

Kepada polisi, pelaku mengaku disuruh oleh seseorang bernama Arifin untuk mengambil paket sabu di jalan Lingkar Kaliwungu dengan total ada sebanyak 34 paket siap edar. Setelah itu, pelaku akan dihubungi oleh Arifin untuk menentukan lokasi mana saja yang diantarkan paket sabu itu.

“Jadi tersangka ini mengambil 34 paket sabu dulu di Jalan Lingkar Kaliwungu, setelah itu tersangka akan dihubungi oleh Arifin untuk menentukan paketan-paketan sabu itu akan diletakkan dimana saja. Tiap pengambilan hingga pengiriman paket atau transaksi, tersangka mendapatkan upah Rp 1 juta,” lanjutnya.

“Tersangka ini diduga menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, atau menyerahkan Narkotika Golongan I. Jadi pasal yang disangkakan adalah Pasal 114 Ayat 2 subsider Pasal 112 Ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,”

Sementara itu, pelaku Ahmad mengatakan baru dua bulan ini ia bekerja sebagai kurir narkoba dan setiap transaksi mendapatkan upah Rp 1 juta.

“Saya baru dua bulan ini, untuk setiap transaksi dapatnya lumayan Rp 1 juta,” kata Ahmad di kesempatan yang sama.

Pelaku juga mengaku jika telah meletakkan paket sabu yang lokasinya sudah ditentukan oleh Arifin.

Aksi yang dilakukan tersangka saat meletakkan barang haram tersebut cukup nekat, yakni siang hari agar bisa dijadikan bukti berupa foto jika sudah diletakkan ditempat yang sudah ditentukan.

“Saya sudah letakkan paketnya di 20 lokasi di Kecamatan Patebon dan Cepiring. Saya kalau letakkan barangnya tiap siang hari, soalnya kalau siang kan bisa difoto buat bukti kalau paketannya sudah diletakkan,” imbuhnya. (RED)