Sulawesi Selatan, BeritaTKP.com – Dua orang pria berinisial RS dan RJ di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) harus mempertanggung jawabkan perbuatan bejatnya. Kedua pelaku telah memperkosa seorang mahasiswa berinisial AA ,22, secara bergilir dan mengancam akan menyebarkan video asusila korban.

Korban AA melaporkan kedua pelaku ke Polres Bantaeng pada hari Minggu (3/10) lalu. Laporan AA teregister dengan nomor laporan polisi LP/198/IX/ 2021/SPKT/pada tanggal 3 Oktober 2021.

“Kita sudah mengadukan kasus pemerkosaan ini ke Polres Bantaeng,” ujar senior korban, Siti Khadijah Budiawan, pada Selasa (5/10/2021) kemarin.

Khadijah mengungkapkan pelaku RS sebelumnya memang sudah mengantongi video asusila AA sejak tahun 2018 silam. Video tersebut kemudian selalu dijadikan alat agar AA menuruti permintaan RS untuk selalu dilayani berhubungan badan.

Kemudian sampai pada tahun 2020 kemarin, terlapor RS meminta AA ke salah satu rumah kos di wilayah Bantaeng. Tanpa sepengetahuan AA, RS ternyata juga memanggil salah seorang temannya, yakni RJ, ke rumah kos tersebut.

“Temannya datang tiba-tiba kunci pintu. Ini anak bertanya kenapa kok pintu pakai dikunci, dia bilang tidak ji, mau cerita-cerita,” ungkap Khadijah.

Namun RS dan RJ justru tak bercerita. RS langsung memaksa korban melakukan hubungan badan, selanjutnya RJ juga melakukan hal yang sama.

“Pemaksaan, dan terjadilah pemerkosaan itu. Fatalnya ternyata sebelum itu terlapor mereka sudah merekam secara sembunyi-sembunyi,” tutur Khadijah.

Video hasil rekaman pemerkosaan tersebut, lanjut Khadijah, lagi-lagi menjadi tambahan alat untuk mengancam korban untuk terus melayani nafsu bejat terlapor jika hendak berhubungan badan.

“Kan ada kejadian lagi, maksud saya si terlapor ini memaksa lagi untuk melayani dengan ancaman kalau tidak, ini saya perlihatkan ke orang-orang. Pada korban sudah mengemis untuk menghapus video tersebut,” ucap Khadijah.

Dia mengatakan AA akhirnya berani melaporkan perbuatan RS dan RJ karena khususnya RS, dia terus memperbudak dan memanfaatkan korban agar dilayani berhubungan badan. AA juga kerap mendapat kekerasan fisik dari terlapor RS.

“Karena itu katanya sudah kelewatan. Sampai memukul mi juga. Diteror mi terus juga toh,” pungkas AA. (RED)