Sulawesi Utara, BeritaTKP.com – Pihak kepolisian berhasil mengungkap motif dalam kasus perdagangan anak yang dilakukan oleh seorang dukun beranak di Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Polisi mengatakan bayi yang dijual oleh pelaku, FM ,38, karena korban tak dapat membayar biaya persalinan.

“Dijual oleh tersangka FM alias Cici karena korban tidak mampu membayar biaya persalinan dari korban dalam hal ini orang tua bayi korban,” kata Kabid Humas Polda Sulut, Jules Abraham Abast, Jumat (8/10/2021).

Jules mengatakan, korban menjual bayinya kepada pelaku dengan seharga Rp 50 ribu hingga Rp 1 juta. “Karena anak dari korban yang pertama juga dijual ke orang lain sebelumnya diberi uang Rp 50 ribu oleh tersangka FM alias Cici,” ujarnya.

Sejumlah barang bukti berhasil diamankan seperti akta kelahiran bayi hasil perdagangan tersebut telah diamankan. “Untuk barang bukti dari kasus ini yang pertama ada satu tas merah berisi satu gunting pusar, satu gunting penahanan plasenta, lalu ada kapas alkohol, perban, benang dan betadine,” ucap dia.

Kemudian polisi juga mengamankan satu lembar bukti pengiriman uang ke rekening pelaku untuk membayar harga dari sang bayi serta tangkap layar percakapan tersangka dengan si pembeli bayi.

“Lalu ada akte kelahiran dua orang bayi. Ini kita jadikan barang bukti terkait dengan jual beli bayi tersebut. Perbuatannya sudah dilakukan sebanyak tiga kali, dalam kurung waktu tahun 2020 sampai 2021 saat ini,” tuturnya.

Jules memastikan pelaku bukanlah tenaga kesehatan. “Yang mana kita tahu korban ini tidak memiliki pekerjaan sehingga korban merasa terbebani. Apalagi kita ketahui korban ini adalah melakukan hasil hubungan yang kita anggap tidak sah, dan ini ketika dibebankan kepada korban dan merasa keberatan,” kuncinya.

Kasus ini terungkap setelah personel Ditreskrimum Polda Sulut mendapat informasi dari masyarakat setempat di sebuah rumah kos tersangka telah terjadi dugaan tindak pidana perdagangan bayi. Polisi menangkap seorang wanita berinisial FM.

Tersangka merupakan warga asal Kelurahan Wanea yang berprofesi sebagai dukun beranak. Pelaku sudah sejak tahun 2020 melakukan praktik jual-beli bayi.

“Bayi dijual oleh tersangka dengan alasan korban tidak mampu membayar biaya persalinan. Setelah menjual bayi, tersangka akan memberikan uang sebesar Rp 1 juta kepada korban. Kejadian tersebut merupakan yang kedua kalinya. Pasalnya, anak pertama M (ibu dari anak yang dibeli pelaku) juga dijual tersangka kepada orang lain. Pada kejadian pertama tersebut tersangka memberikan uang sebesar Rp 50 ribu kepada M,” kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kamis (7/10/2021).

Jules menambahkan, dari hasil penelusuran, sudah ada tiga bayi yang berhasil dijual. Meski begitu, semua bayi telah ditemukan polisi.

(RED)