Pandaan, BeritaTKP.com – Wahyudi Dwi Putra seorang pria yang bertempat tinggal di Desa Wedoro, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan yang tega mencuri dua ponsel milik tetangganya sendiri itu berhasil ditangkap polisi.

Pria berusia 26 tahun itu menyelinap ke rumah Lukman tetangganya pada Sabtu (14/8/2021). Dia beraksi pada saat dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB. Pelaku mengetahui kondisi rumah korban karena rumah mereka berjarak tidak jauh dan mereka juga saling kenal. Wahyudi bertempat tinggal di kampung Kemlandingan, sedangkan Lukman di Dusun Sentir.

Pada saat tengah malam, Wahyudi mengendap-endap ke dalam rumah Lukman. Dia berusaha mencongkel pintu depan, lalu masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah, terdapat dua ponsel yang tergeletak. Lebih tepatnya satu ponsel berada di kursi tamu, sedangkan yang satu lagi berada di rak sepatu. Pemilik ponsel saat itu sedang tertidur.

Setelah berhasil mengambil  dua ponsel yang senilai Rp 4,6 juta itu, Wahyudi cepat-cepat bergegas keluar. Dia kabur melalui pintu dapur. Pada pagi harinya, korban kebingungan, karena dua ponselnya lenyap entah ke mana. Pada saat itu juga Lukman langsung melapor ke Polsek Pandaan.

Anak buah Kanitreskrim Polsek Pandaan Iptu Budi Luhur langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP). Melihat kondisi TKP, polisi curiga pelaku memang sudah tahu situasi rumah korban.

”Setelah diselidiki, akhirnya identitas pelaku terungkap,” kata Budi.

Namun, pelaku tidak ada di rumahnya. Dia pergi entah ke mana. Sampai pada Kamis (7/10/2021), ada informasi bahwa Wahyudi sudah pulang. Pada saat itu pemuda 26 tahun itu sedang tertidur di rumahnya. Polisi pun langsung menyergap pada saat menjelang Subuh.

Pada saat diintrogasi, Wahyudi mengakui perbuatannya. Ia berkata bahwa satu ponsel sudah terjual, sedangkan ponsel satunya masih ia simpan. Hasil dari penjualan ponselnya ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Setelah itu pelaku langsung dibawa ke Mapolsek Pandaan dan dijebloskan ke dalam sel tahanan. “Pelaku sudah kami tetapkan menjadi tersangka serta dijerat pasal 363 KUHP,” tegasnya. (k/red)