Kediri, BeritaTKP – Senin (11/10/2021) siang seorang penebang tebu ketika sedang istirahat dan mencari buah mangga di area lahan tebu belakang Brigif 16 WiraYudha mencium bau yang menyengat dan ketika didekati ternyata ada sesosok mayat tanpa identitas dan setelah diperiksa berjenis kelamin laki laki dengan kondisi dalam keadaan membusuk dan mulai mengering, terbujur tanpa busana.

Mengetahui ada mayat dilahan ini langsung melaporkan kepada warga setempat yang bertepatan masuk wilayah Sukorame Mojoroto Kediri, oleh warga diteruskan laporan kepolisian setempat.

Menurut Kapolsek Mojoroto Polres Kediri Kota, Kompol Gatot Setyo Budi saat dikonfirmasi menuturkan awal ditemukan mayat tanpa identitas itu, sekitar pukul 12.00 WIB dua warga yang sedang menebang tebu di sekitar lokasi penemuan hendak istirahat sambil mencari buah mangga “Saat berteduh di bawah pohon mangga keduanya justru mencium bau busuk dan menyengat. Setelah dilihat, ternyata dibawah pohon mangga tersebut terdapat mayat yang sudah membusuk,” katanya.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke polisi dan petugas langsung melakukan olah TKP. Dari hasil olah TKP diketahui dan penuturan saksi setempat, ada warga yang pernah mengetahui seorang laki-laki berusia sekitar 30 tahun berada di sekitar lokasi kejadian dengan kondisi gangguan jiwa pada satu bulan yang lalu sebelumnya telanjang dan diberi pakaian oleh warga“Orang tersebut kemudian menuju ke arah kebun tebu Brigif 16,” imbuh Kompol Gatot

Meski begitu, Kapolsek Mojoroto Polres Kediri Kota, Kompol Gatot Setyo Budi menyebut belum bisa memastikan apakah jenazah tersebut sama dengan ODGJ yang sebelumnya ditemui warga.

Namun dari olah TKP, jenazah telah meninggal lebih dari satu minggu.“Sekitar 3 meter dari lokasi, ditemukan sandal merk Pearl Swallow warna putih yang bertuliskan KARLAN namun hanya bagian kaki kanan,” terangnya.

Gatot menambahkan, jenazah sudah tidak bisa dikenali dengan kondisi hanya tinggal tulang dan kulit. Namun, menurutnya jika dilihat dari posisi tangan korban yang menggenggam patahan dahan pohon mangga, diduga korban jatuh dari atas pohon.“Hal ini juga terbukti dari patahan dahan mangga di atas pohon yang cocok dengan patahan yang digenggam korban. Saat ini, jenazah berada di RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.” (Dlg)