Kediri, BeritaTKP – Polres Kediri menggelar Pers Release yang digelar di mako polres kediri 11/10/2021 pukul 10.00 WIB dalam ungkap kasus penemuan bayi tidak wajar.

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono menjelaskan, kejadian itu berawal pada Kamis, (30/9) di rumah pelaku saat dia membuang air besar ke kamar mandi dengan kondisi hamil. Namun saat itu, dalam dia sudah melihat bayinya keluar dan menangis karena tidak ingin ketahuan orang tuanya, akhirnya pelaku membungkam mulut bayi dengan kain sampai dengan tidak mampu bernafas dan meninggal dunia, akhirnya menghubungi kekasihnya berinisial BP untuk meminta dimakamkan dan mengatakan bayi itu jatuh saat persalinan di kamar mandi saat persalinan dan keesokan harinya.

“Keesokan harinya sekitar pukul 10.00 WIB tersangka memberikan tas yang berisi jenasah bayi ke rumah pacarnya selanjutnya disebut sebagai saksi. Kepada pacarnya(saksi), tersangka mengatakan bahwa bayi tersebut meninggal dunia karena terjatuh di kamar mandi saat proses persalinan. Kepada pacarnya tersangka meminta untuk memakamkan jenasah bayi. Kemudian sekitar pukul 18.00 pacar tersangka kepada salah seorang warga sekitar yang juga sebagai saksi dimintai tolong untuk memakamkan jenasah bayi tersebut, saksi merasa bahwa kematian bayi tersebut tidak wajar sehingga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian,” tutur AKBP Lukman.

Masih menurut AKBP Lukman, menindaklanjuti laporan tentang tindak pidana penemuan mayat bayi yang tidak wajar tersebut. Unit Resmob melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan saksi dan melakukan pengumpulan bahan keterangan di sekitar TKP. Selanjutnya diketahui bahwa bayi tersebut dilahirkan di rumah tersangka, selanjutnya unit resmob dan Polsek Ngadiluwih melaksanakan pemeriksaan TKP di rumah tersangka Dusun Ngreco Desa Rembang Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Kemudian ditemukan pakaian bekas darah dan ari ari bayi dan dari hasil penggeledahan petugas menyita barang bukti berupa satu potong kaos lengan panjang warna ungu, celana panjang warna putih merah, sarung motif kotak-kotak warna coklat hitam, kaos warna kuning, tas jinjing warna ungu, kantong plastik warna merah, dan sepeda motor beat warna merah.

Untuk mempertanggungjwabkan perbuatannya tersangka dijerat pasal 80 ayat (3), dan ayat (4) Jo 76C UU RI No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun.(hmsRes/Muryati)