Purwosari, BeritaTKP.com – Nasib malang harus dialami oleh seorang pengelola kafe di area Ruko Purwosari, yang terletak di tepi jalan raya Surabaya-Malang, Kelurahan Purwosari. Catur Wibawa (24) dikeroyok oleh pengunjung kafe nya sendiri.

Aksi pengeroyokan itu terjadi pada pukul 00.30. WIB warga asal Desa Kedumungan, Kecamatan Kejayan itu dihajar di dalam dapur kafe Virus 21. Ia pun mengalami sejumlah luka. Mulai dari luka memar di mata sebelah kiri, robek pada bagian kepala dan bahu kiri. Serta memar di bagian punggung dan dada.

Catur pun langsung dibawa oleh teman-temannya untuk mendapatkan perawatan medis di IGD Puskesmas Purwosari. Lokasinya berjarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian TKP.

Menurut informasi dari Polsek Purwosari, aksi pengeroyokan itu didalangi oleh seseorang berinisial AG, yang menjadi pelanggan di kafe tersebut. Pada malam itu, AG datang ke kafe lalu berkaraoke disana.

Setelah waktu karaokenya habis, AG diingatkan oleh korban. Ia ditanya apakah mau menambah lagi jam karaoke atau tidak. Rupanya, hal itu membuat AG tersinggung. Ia lalu meninggalkan kafe tersebut.

Rupanya, masalah tak selesai sampai disitu. “Tak lama kemudian terduga pelaku datang kembali ke kafe, dengan membawa sejumlah temannya ada sekitar enam orang. Lalu mencari korban dan langsung mengeroyoknya saat di dapur kafe,” terang Kapolsek Purwosari AKP Saifudin.

Salah seorang saksi, pengunjung cafe juga teman dari korban sempat melerai pelaku dan teman-temannya. “Usai dilerai, pelaku dan rekannya meninggalkan lokasi kejadian. Kemudian kafe ditutup dan korban langsung dibawa ke puskesmas terdekat,” ungkap perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Lantaran lukanya lumayan parah, korban pun lantas dirujuk ke RS. Prima Husada, Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya adalah pakaian korban yang berlumuran darah, gagang pedang yang terbuat dari kayu milik pelaku tertinggal di lokasi. Juga sarung pedang  terbuat dari kayu, tertinggal di lokasi kejadian.

“Identitas terduga pelaku sudah ada, motifnya karena pelaku merasa tersinggung. Saat ini dalam proses selidik, sekaligus pengejaran terhadap para pelakunya,” kata kapolsek. (RED)