Magetan, BeritaTKP.com – Kasus pemungutan liar kembali lagi terjadi di daerah Kelurahan Sarangan, Plaosan, Magetan. Penggunaan lahan parkir di kawasan tersebut seharusnya boleh digunakan oleh warga setempat maupun warga luar daerah yang akan menginap atau berkuliner di kawasan permukiman. Akan tetapi, karena adanya pendatang baru, petugas parkir jadi seenaknya untuk menarik biaya di lahan parkir gratis tersebut.

Nur Hafid, seorang warga Ponorogo mengeluh tentang adanya pemungutan liar tersebut. Ditempat itu, ia datang bersama istrinya dan memarkir mobil di lahan parkir tersebut. Ketika hendak pulang, ada petugas parkir yang meminta biaya parkir. Nur tak ingin berdebat, ia langsung memberikan uang sebesar Rp 10.000

“Kami merasa kecewa. Padahal disini tidak ada aktivitas wisata. Toh, juga kawasan parkir itu juga parkir gratis. Harusnya saya tidak ditarik lagi, tapi karena si jukirnya ngotot, mau tidak mau saya kasihkan,” ucap Nur.

Disana ia mengamati dan sempat bertanya kepada pendatang lain, rupanya bukan hanya dia saja yang ditarik biaya. Nur sangat menyayangkan sikap oknum yang memanfaatkan hal itu demi keuntungan pribadi. Seharusnya, Pemkab harus menindak lanjuti aksi pungli tersebut.

Kabid Pengelolaan Pariwisata Eka Raditya, akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi parkir tersebut. Jika memang ditemukan ada bukti penarikan biaya parkir yang berarti disebut pungli, pihaknya akan memberikan tindakan tegas. Oknum bisa saja diberhentikan menjadi jukir atau pihaknya hanya sekedar memberikan teguran dan dilakukan pengawasan yang lebih ketat lagi.

“Akan kami cek di lokasi parkir. Kalau memang ada pelanggaran berupa pungli tersebut tentu itu akan merugikan para pengguna parkir. Toh, itu kami sediakan gratis. Seharusnya tidak ditarik biaya. Baik ada atau tidaknya aktivitas wisata,” katanya. (k/red)