Hasil tangkapan layar dari video yang viral.

JAKARTA, BeritaTKP.com – Choirul Anam selaku Komisioner Komnas HAM angkat bicara tentang tindakan Brigadir Polisi berinisial NP yang membanting seorang massa aksi demo di Kantor Bupati Tangerang tidak sesuai dengan prinsip hak asasi manusia dan berpotensi melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

“Kekerasan yang dilakukan oleh petugas kepolisian terhadap mahasiswa di kabupaten Tangerang, aksi smackdown ini tidak sesuai dengan prinsip HAM dan tentu ini potensial melanggar HAM dan juga kami yakin melanggar protap internal kepolisian,” Ujar Anam, Kamis (14/10).

Ia menegaskan bahwa Komnas HAM sangat mengecam tindakan represif anggota kepolisian tersebut. Baginya, tindakan represif polisi ini harus dicegah sebagai upaya agar tidak terulang lagi dan kembali menimpa masyarakat.

“Pak Kapolri kan selalu mengatakan untuk melakukan pendekatannya dan harus humanis. Pendekatan harus humanis dan tak boleh represif maupun ada tindak kekerasan,” ucap Anam.

Lebih lanjut, Anam mengatakan pihaknya sudah melakukan pemantauan awal atas insiden tersebut. Salah satunya berkomunikasi langsung dengan Kapolres Tangerang.

Kapolres Tangerang, kata dia, menjelaskan bahwa Propam dari Polda Banten dan Mabes Polri melakukan pemeriksaan terhadap petugas yang melakukan tindakan kekerasan pada m,ahasiswa tersebut. Ia lantas meminta agar kepolisian bisa bekerja secara profesional, transparan dan akuntabel untuk memeriksa personelnya tersebut.

“Ini penting agar peristiwa ini di kemudian hari agar tak terjadi. Ini agar jadi efek jera. Kepada siapapun kepada pihak kepolisian agar tak melakukan hal serupa dikemudian hari,” tambahnya.

Sebelumnya, seorang mahasiswa dibanting oleh oknum polisi saat melakukan demo di depan Kantor Bupati Tangerang di Tigaraksa, pada Rabu (13/10). Mahasiswa itu langsung jatuh pingsan setelah dibanding ala smackdown dari aparat kepolisian yang melakukan pengamanan aksi tersebut.

“Ya salah satu mahasiswa itu pingsan setelah mendapatkan bantingan dari oknum polisi,” ujar Ahmad salah seorang saksi yang berada di lokasi kejadian.

Melihat aksi personelnya tersebut Kapolda Banten, Irjen Rudy Heriyanto, meminta maaf secara langsung. Ia menyatakan pihaknya akan memberikan tindakan tegas kepada personelnya setelah melakukan pemeriksaan internal.

(RED)