Blitar, BeritaTKP – Tambang galian C jenis sertu ( Paser batu ) diduga tak berizin marak beroprasi di wilayah hukum Kabupaten Blitar.

Tambang galian C di duga ILEGGAL yang berada di Dusun Sumber Sari Desa Sumber Asri Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar yang bererbatasan dengan Kabupaten Jediri tepatnya di Desa Sempu Kecamatan Ngancar semakin marak.

Dari hasil Investigasi dilapangan pada 13/10/2021, lokasi tambang galian C yang letaknya disebelah Utara Dusun SUMBER SARI Desa Sumber Asri Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar disekitar lokasi tambang tersebut tidak ada papan informasi perizinan IUP ,WIUP pertambangan yang di miliki oleh pihak pemilik usaha tambang.

Dalam melakukan aktivitas kegiatan tambang tersebut, menggunakan 2 unit alat berat ( Excavator ), dan dipadati puluhan Duum Trak sebagai sarana transportasi mengangkut hasil tambang.

Salah satu sopir armada ( Duum Trak ) yang bersama teman- temannya dilokasi tambang pengangkut pasir yang sedang menunggu antrian mengatakan, “Tambang galian tersebut milik Agus Jawara dan WN salah satu warga sekitar lokasi tambang, adapun orang kepercayaannya dilokasi bernama Maksum.”

Adapun mengenai perizinan kegiatan tambang pasir, saat ini pengusaha tambang dalam melakukan operasi kegiatan tambang tak perlu mengantongi izin, yang penting cukup memberikan upeti ( atensi ) kepihak terkait yang ada dikabupaten Blitar, serta pihak terkait yang ada di Propinsi Jawa’ Timur, tambang sudah bisa berjalan dengan lancar ,aman , dan terkendali Info dari para Sopir.

Menurut Kepala Desa Sumber Asri ( Seniadi ) ketika ditemui membenarkan bahwa Lokasi kegiatan tambang itu milik Agus Jawara dan kawan-kawan, Juga berada diwilayah Desanya yang berbatasan dengan desa Sempu kecamatan Ngancar – Kediri, namun selama ini terkait beroperasinya tambang milik Agus Jawara pihak Desa Sumber Asri tidak pernah ada pemberitahuan dari pihak penambang tersebut.

Terkait legalitas Pengurusan izin tambang galian C selama ini pihak Desa hanya sebatas menerima tempat atau ketempatan saja, soalnya dalam pengurusan legalitas tambang galian C, dari awal desa tidak pernah di libatkan, tau tau izin tersebut sudah jadi dari pemerintah Propinsi melalui dinas terkaitnya”Namun sangat disayangkan kenapa kalau ada masalah dilokasi tambang pihak Pemerintah Desa yang pertama kali menjadi serbuan pertanyaan dari semua pihak. “jelas Kades dengan nada Jengkel pada media. (Dlg)