Banten, BeritaTKP.com – Seorang pegawai kantor pinjol ilegal Ade Afifah ,22, dibawa ke kantor polisi guna menjalani pemeriksaan.

Afifah bekerja di PT Indo Tekno Nusantara (ITN), sebuah perusahaan pinjaman online yang melayani jasa penagihan pinjaman nasabah dari 13 aplikasi pinjol.

Ibu dari Afifah, Liswati, mengatakan bahwa anaknya baru satu bulan bekerja di perusahaan itu. Di kantor penagihan itu Afifah bertugas untuk meneleponi para nasabah pinjol. Tiap hari dia bekerja mulai dari pukul 08.00 wib pagi hingga pukul 19.00 wib malam.

“Gaji yang diterima Afifah Rp1,4 juta, per bulannya” ujar Liswati sambil menangis di lokasi penggerebekan di Ruko Crown Blok C1-7, kawasan Grand Lake, Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis (14/10).

Liswati sangat histeris karena tak kuasa menahan tangis melihat anaknya diamankan dan dibawa menuju mobil polisi ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Afifah adalah anak pertamanya. Dia adalah tulang punggung keluarga. Liswati merasa sangat sedih melihat anaknya yang baru saja sebulan bekerja banting tulang, kini malah diangkut polisi gara-gara tempatnya bekerja bermasalah.

Ayah Afifah bekerja sebagai driver ojek online. Sementara Liswati bekerja sebagai pedagang pete dan ikan asin di wilayah Pinang, Kota Tangerang. Mereka hidup mengontrak di wilayah Pinang.

“Saya punya tiga anak. Ade adalah anak pertama saya dia sebagai tulang punggung keluarga,” ungkapnya.

Liswati biasa sehari-hari mengantarkan nasi untuk anak tersebut ketika jam istirahat. Tapi hari itu Afifah memberikan informasi kepada ibunya agar tidak mengirimkan nasi terlebih dahulu. Sebab aparat kepolisian sudah datang ke lokasi penggerebekan.

“Dikasih info anak saya jangan ke kantor dulu karena sudah banyak aparat polisi. Saya khawatir makanya langsung datang ke sini,” katanya.

Kantor perusahaan penagih hutang yang berlokasi di Perumahan Green Lake City, digerebek oleh aparat kepolisian dari Polda Metra Jaya kemarin siang.

Selain Afifah, dalam penggerebekan itu polisi juga turut menangkap 31 karyawan lainnya. Mereka terdiri dari tim analisis, marketing hingga kolektor dari perusahaan tersebut.

Puluhan orang itu selanjutnya dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan lebih lanjut oleh penyidik Ditreskrimsus. Polisi hingga kini belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait nasib seluruh pegawai perusahaan penagih hutang tersebut.

(RED)