Surabaya, BeritaTKP.com – Kasus penipuan terjadi pada dua orang wanita cantik yaitu Analisa Puspa Dewi Purnamasari dan Ayu Fitrianingsih. Keduanya ditipu oleh Devan Agus Saputra seorang yang mengaku-ngaku sebagai anggota dari TNI-AL.

Awal mula kejadiannya, Devan pada saat itu baru saja menjalin hubungan asmara dengan puspa. Pada saat itu Devan mengutarakan bahwa ia ingin meminjam kalung milik Puspa untuk dipakainya sendiri. Puspa yang mengenal kekasihnya sebagai anggota TNI itupun tidak merasa keberatan.

Jaksa penuntut umum Suparlan dalam dakwaannya mengatakan bahwa Puspa ialah perempuan pertama yang ditipu. Ia juga telah kehilangan kalung emas seberat 5 gram beserta liontinnya. “Karena penampilan terdakwa dan saksi Puspa dijanjikan akan dinikahi, saksi percaya dan tergerak hatinya untuk menyerahkan kalung emas beserta liontinnya.” Imbuh jaksa Suparlan saat membacakan surat dakwaan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya.

Anehnya, kalung dari Puspa itu tidak digunakan dengan Devan. Kalung itu justru diberikan kepada Ayu Fitrianingsih, kekasih kedua dari Devan. Setelah memberikan kalung, Devan meminjam handphone milik Ayu. Alasannya, handphone miliknya terlalu lemot.

Ayu yang juga dijanjikan akan dinikahi terdakwa itu percaya begitu saja. Dia tanpa berpikir panjang langsung menyerahkan ponselnya. Namun, setelah dua minggu, handphone Ayu tidak dikembalikan. Dia akhirnya melapor ke Polsek Tambaksari.

Dari situlah terungkap modus penipuan terdakwa. Dia sebenarnya bukan anggota TNI. Terdakwa Devan hanya berpura-pura menjadi anggota TNI untuk mengelabui dua perempuan tersebut. Pekerjaannya yang sebenarnya hanyalah sopir taksi online. Devan juga mengaku mengenal Puspa dan Ayu dari media sosial. ”Kalung emas saya kasihkan ke Ayu buat maskawin. Biar dia percaya. Padahal kalung itu milik Puspa,” ungkap Devan saat sidang.

Sementara itu, handphone milik Ayu telah dia jual kepada orang lain. Dia mengaku sebagai anggota TNI agar dapat mendapat keuntungan dari dua perempuan tersebut. Dia hanya memakai seragam TNI ketika bertemu dengan para kekasihnya. ” Saya menyesal. Mohon diberikan hukuman yang seringannya,” ucap Devan. (k/red)