Aceh, BeritaTKP.com – Y seorang pria di Simeulue, Aceh divonis 200 bulan hukuman penjara karena terbukti sudah menyetubuhi anak kandungnya sendiri yang masih dibawah umur. Vonis itu sudah sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU)

Berdasar informasi dari situs Mahkamah Agung, Jumat (15/10), sidang tersebut digelar di Mahkamah Syar’iyah (MS) Sinabang Aceh, pada Kamis (14/10). Duduk sebagai hakim dalam perkara itu adalah Muzakir sebagai ketua majelis dengan hakim anggota masing-masing Musad Al Haris Pulungan dan Hanif Rabbani.

Majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa Y terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Jarimah Pemerkosaan terhadap orang yang masih memiliki hubungan mahram dengannya sebagaimana yang diatur dalam Pasal 49 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat.

“Menjatuhkan uqubat terhadap terdakwa dengan uqubat penjara selama 200 bulan dikurangkan dengan masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa,” putus hakim.

“Menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan,” lanjut hakim.

Sebelumnya, Y ,41, ditangkap polisi karena diduga telah memyetubuhi anak kandungnya berulang kali. Tersangka sempat mengancam korban saat melakukan perbuatan bejat tersebut.

“Tersangka berulang kali menyetubuhi anak kandungnya sejak bulan Februari lalu dan terakhir dilakukan pada Selasa 18 Mei,” kata KBO Reskrim Polres Simeulue Ipda Jumadil Firdaus, Senin (24/5).

Aksi dugaan pemerkosaan kali terakhir disebut terjadi saat korban yang masih berusia berusia 15 tahun sedang tidur di kamarnya. Tersangka tiba-tiba masuk dan meraba tubuh korban.

Korban sempat melawan hingga pakaiannya sobek. Tersangka disebut mengancam korban lalu memperkosa. Usai kejadian, korban bersama dua temannya membuat laporan ke Polres Simeulue, Jumat (21/5).

Polisi turun tangan dan langsung melakukan penyelidikan. Tak berapa lama, tersangka Y berhasil diciduk tim Elang Resmob Polres Simeulue bersama dengan unit PPA tanpa perlawanan.

(RED)