Mojokerto, BeritaTKP.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto dilaporkan ke Polres Mojokerto atas dugaan penipuan dan penggelapan mobil. Anggota dewan tersebut terancam mendapatkan sanksi pemberhentian atau Pergantian Antar Waktu (PAW).

Pria berinisial M itu dilaporkan oleh NYB ,69, warga Desa Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto di Polres Mojokerto. Anggota Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini dilaporkan terkait dugaan penipuan jual beli mobil dengan total kerugian senilai Rp175 juta.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang PPP Kabupaten Mojokerto, Khusairin mengatakan bahwa pihaknya memberikan sanksi tegas jika anggotanya terbukti melanggar hukum

“Kita tunggu nanti apakah unsur pidananya bisa dibuktikan secara konkrit dan pidana sudah inkrah maka sanksinya adalah pemberhentian. Kita masih menunggu, dalam waktu dekat kami juga berencana memanggil yang bersangkutan,” ungkapnya pada Jumat (15/10/2021).

Khusairin juga mengatakan bahwa Organisasi Kepemudaan dan Kepemimpinan (OKK) sedang mempersiapkan surat panggilan kepada kadernya yang dilaporkan terkait dugaan melakukan penipuan jual beli mobil. Yang bersangkutan akan dipanggil untuk dimintai keterangan terkait laporan di Polres Mojokerto tersebut.

“Itukan baru dugaan, bisa jadi diselesaikan dengan pertemuan antara yang bersangkutan dan korban. Dalam waktu dekat kita panggil secara resmi kita mintai keterangan. Nanti OKK akan memanggil atas nama partai untuk mengklarifikasi terkait laporan korban di Polres Mojokerto,” ucapnya.

“Kita belum tahu apa keputusan partai karena belum bertemu sama yang bersangkutan. Pasti ada sanksi dan tindakan. Kami masih menunggu apa dugaan itu akan dilanjutkan.,” imbuhnya.

(k/red)