Wajah ketiga pelaku pembunuhan sadis di Riau.

Riau, BeritaTKP.com – Tiga pelaku pembunuhan sadis yang menewaskan Uggi ,32, berhasil ditangkap oleh Polres Rokan Hilir (Rohil). Pembunuhan sadis itu terjadi karena sakit hati anak dari salah satu pelaku dihamili oleh Uggi.

Kapolres Rohil, AKBP Nurhadi Ismanto, mengatakan awal kasus ini diusut setelah adanya penemuan mayat di Sungai Bagan Nenas, Tanjung Medan, pada Rabu (10/10) lalu. Saat itu warga tak tahu siapa sosok mayat yang ditemukan dalam keadaan terikat tersebut.

“Saat ditemukan warga kondisi korban sudah meninggal dunia dalam keadaan terapung. Kedua tangan terikat dengan tali tambang, leher korban diikat dengan tali tambang dan ditenggelamkan pakai batu batako,” ujar Nurhadi, Jumat (15/10/2021).

Dari penemuan itu, polisi mulai melakukan proses identifikasi. Terakhir diketahui mayat pria diduga dibunuh itu bernama Sugiono alias Uggi, warga asal Sei Meranti, Tanjung Medan.

Uggi diketahui meninggalkan rumah sejak hari Selasa (28/9) pukul 15.00 WIB. Korban saat itu pamit kepada keluarganya untuk menemui seseorang di daerah  Sindur.

“Dari informasi itu saya memerintahkan anggota tim gabungan khusus dan dipimpin oleh Kasat AKP Eru Alsepha untuk melakukan penyelidikan. Selanjutnya hasil penyelidikan didapat ada petunjuk pelaku pembunuhan korban berjumlah 5 orang,” katanya.

Sebelum pembunuhan, para pelaku sudah merencanakan aksinya di Padang Lawas Utara, Sumatera Utara (Sumut). Di sana tim mengamankan orang 2 tersangka berinisial, AW ,19, dan AN ,24, yang bekerja sebagai pemanen buah sawit.

Berbekal informasi kedua pelaku WA dan AN, polisi kembali menangkap SP ,54, di Jalan Lintas Riau-Sumut. Adapun pelaku lain kabur dan sudah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Setelah tertangkap, polisi mengusut apa motif dari pembunuhan korban. Terungkap, otak pelakunya adalah SP, yang dendam karena putrinya dihamili korban.

“Hasil pengembangan pelaku SP mengakui dendam sama korban. Sebab anak pelaku sudah dihamili korban dan saat ini sedang hamil,” katanya.

Perasaan dendam itulah yang kemudian menimbulkan niat jahat pelaku. Sampai akhirnya SP mengajak beberapa orang untuk melakukan aksi sadis itu.

Pelaku awalnya mengajak korban untuk berpesta sabu. Setelah korban teler, pelaku langsung mengeroyok korban hingga tewas.

“Akhirnya pelaku AD (DPO) ini menjebak korban S untuk mengkonsumsi narkoba jenis sabu. Setelah itu korban dianiaya hingga akhirnya dibuang ke sungai dan diberi pemberat,” kata Nurhadi.

“Tidak ada kejahatan sempurna, pasti ada celah untuk diungkap karena kami punya tim terlatih. Ditambah dengan dukungan teknologi canggih, pelaku kejahatan pasti bisa terungkap dengan cepat,” katanya. (RED)