Penggerebekan kantor pinjol ilegal di Jakbar.

Jakarta Barat, BeritaTKP.com – Enam orang yang diamankan dalam penggerebekan di kantor perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal di Ruko Sedayu Square Blok H 36, Cengkareng, Jakarta Barat, remis ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Enam tersangka itu merupakan bagian dari 56 orang pegawai yang sempat diamankan saat penggerebekan beberapa hari yang lalu.

“Kami tetapkan enam orang sebagai tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat Kompol Wisnu Wardana, Minggu (17/10).

Wisny menggatakan satu atau dua dari keenam tersangka memiliki jabatan sebagai supervisor dari perusahaan tersebut. Sementara sisanya, merupakan penagih utang alias debt collector.

Wisnu menambahkan para tersangka akan dijerat dengan Pasal 27 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Mereka terancam hukuman penjara paling lama 6 tahun.

“Dijerat dengan UU ITE Pasal 27 ayat 4,” kata Wisnu.

Belakangan ini, Polisi tengah gencar melakukan penindakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan pinjol ilegal yang telah banyak menelan korban dan meresahkan masyarakat.

Sejumlah lokasi yang ada di sekitar kawasan DKI Jakarta, DI Yogyakarta, hingga Pontianak, Kalimantan Barat digerebek polisi karena dipakai sebagai oleh perusahaan pinjol ilegal.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prasetyo juga sudah meminta seluruh jajarannya untuk menindak tegas dan menyikapi pinjol ilegal yang meresahkan masyarakat.

Merespons banyaknya penyalahgunaan dan penyimpangan di ruang digital pinjol. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah melakukan moratorium penerbitan izin perusahaan financial technology (fintech) pinjol. (RED)