Jombang, BeritaTKP.com Penggerebekan terjadi di sebuah rumah tepatnya di Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jombang telah berhasil menangkap empat orang pelaku yang diduga telah melakukan pesta sabu-sabu di rumah tersebut.

Tiga dari empat pelaku saat sedang di Satreskoba Polres Jombang.

Empat pelaku tersebut akhirnya dibawa ke Polres Jombang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari keterangan mereka, barang terlarang itu mereka dapatkan dari seorang pengedar yang berasal dari Surabaya. Pembeliannya dilakukan dengan sistem ranjau. “Pengakuannya seperti itu. Namun masih kita dalami,” kata Kasatresnarkoba Polres Jombang, AKP Moch Mukid, pada Senin (18/10/2021).

Aksi penggerebekan itu didasari dengan adanya informasi dari masyarakat setempat. Para warga mengatakan bahwa di tempat itu sering digunakan untuk ajang pesta sabu. Ketika data sudah valid, pihak kepolisian pun langsung melakukan penggerebekan.

Saat petugas datang, keempat pelaku tidak bisa berkutik. Mereka hanya pasrah ketika dibawa petugas. Empat pelaku masing-masing bernama Zainul Abidin alias Lope (36) seorang warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh, Saifudin Anwar alias Udin (46) asal Desa Pulogedang, Kecamatan Tembelang, serta Dennie Hidayat alias Kompor (31) dan Hendra Dwy N alias Pesing (28) asal Bedahlawak Kecamatan Tembelang.

Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa sabu dengan berat total 8,2 gram, sejumlah alat hisap, uang senilai Rp600 ribu, serta terdapat beberapa handphone.  Pengembangan kasus ini juga dilakukan guna membongkar jaringan yang diatasnya.

Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, sabu dengan berat total 8,2 gram, sejumlah alat isap, uang Rp 600 ribu, serta beberapa telepon seluler. Pengembangan kasus ini juga dilakukan untuk membongkar jaringan di atasnya.

“Keempat tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (1) dan atau pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narrkotika dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” kata AKP Moch Mukid.

(k/red)