Pasuruan, BeritaTKP.com Perjudian online yang dilakukan oleh Suharno (56) seorang warga asal Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan itu membuat dirinya harus menetap di dalam penjara. Dalam aksinya tersebut, ia ditemani oleh M. Anton (44) seorang warga Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Mereka berdua nekat berjudi demi mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto menjelaskan bahwa penangkapan diawali dengan adanya penelusuran polisi. Mereka disebut-sebut menjadi pengepul perjudian online jaringan internasional. “Setelah kami telusuri, ternyata memang benar. Kami lalu menangkap keduanya di lokasi berbeda,” katanya.

Kedua tersangka ditangkap di kediamannya masing-masing. Selama ini mereka sudah menekuni bisnis tersebut sejak enam bulan terakhir. Modus yang mereka gunakan ialah dengan membuat akun melalui sebuah website.

Selanjutnya mereka akan melakukan deposit uang ke rekening tabungannya. Kemudian digunakan untuk menampung uang tombokan dari para penombok. Duit itu kemudian akan ditransfer ke bandar. “Setiap bukaan nomor togel online toto Macau dan Singapura, masing-masing tersangka mendapatkan omzet sebesar 25 persen,” pungkas Adhi.

Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya adalah kartu ATM, handphone, dan uang senilai Rp 167 ribu. Atas perbuatannya itu, mereka dijerat dengan pasal 303 KHUP tentang Perjudian dan mendapat ancaman hukuman 10 tahun penjara.

(k/red)