Surabaya, BeritaTKP.com – Kini status PPKM di Kota Surabaya berhasil turun sampai ke level 1. Ketentuan ini diberlakukan mulai hari ini, pada tanggal 19 Oktober 2021.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti juga turu ikut senang serta bersyukur atas penetapan PPKM level 1 ini, karena nantinya akan memberi pengaruh terhadap kebijakan yang berlaku di Kota Pahlawan.

“Alhamdulillah, sesuatu yang patut disyukuri dan sangat ditunggu-tunggu lantaran akan berpengaruh pada kebijakan yang berlaku di Kota Surabaya,” kata Reni pada Selasa (19/10/2021).

Diketahui bahwa berdasarkan data asessmen Kementerian Kesehatan awal September lalu, Surabaya telah dinyatakan level 1. Namun karena pertimbangan aglomerasi wilayah sesuai Inmendagri, Surabaya saat itu belum bisa turun level.

“Turunnya ke level 1 saat ini ialah karena berkat partisipasi dan kontribusi dari masyarakat, serta seluruh komponen di Kota Surabaya. Terima kasih karena kalian telah terus berjuang dalam upaya percepatan vaksinasi dan kesadaran protokol kesehatan,” ucapnya.

Pencapaian ini tidak lepas dari peran kepemimpinan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dalam penanganan Covid-19 yang patut diapresiasi sehingga bisa bergerak bersama dengan dukungan Forkopimda, perguruan tinggi, lembaga swasta, hingga dunia usaha.

Ditetapkannya level 1 ini maka ada sejumlah kelonggaran aktivitas masyarakat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kelonggaran itu mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, dan sosial-budaya.

Seperti contoh tempat wisata dan taman kota kini sudah bisa dibuka dengan kapasitas maksimal 75 persen. Jam operasional tempat kuliner pun lebih lama hingga pukul 00.00 WIB. Begitu pula dengan sosial budaya seperti diadakannya resepsi pernikahan.

“Mari jaga bersama kondisi ini, di samping upaya penanganan Covid-19 di bidang kesehatan dengan 3T yang tetap perlu dimassifkan juga upaya pemulihan ekonomi, kita gerakkan ekonomi demi untuk kesejahteraan warga kota Surabaya,” tandasnya. (k/red)