Sidoarjo, BeritaTKP.com Kasus perdagangan satwa dilindungi masih saja kerap terjadi di sekitar kita. Anggota Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil menangkap salah satu pelaku kriminal perdagangan satwa dilindungi tersebut. Pelaku tersebut berinisial M (48) seorang warga asal Desa Sidorejo Kecamatan Krian Sidoarjo.

Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan ialah berupa 3 ekor burung Cendrawasih Toowa Cemerlang, 4 ekor burung Cendrawasih Kuning, 1 ekor burung Cendrawasih Mati Kawat, 2 ekor burung Cendrawasih Raja, 1 ekor burung Cendrawasih Botak, 5 ekor burung Betet dan 7 ekor burung Nuri Bayan.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan pada Senin (18/10/2021) bahwa pelaku M telah ditangkap karena memperdagangkan satwa jenis burung endemik yang dilindungi. Perbuatan M ini memang melanggar Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Pelaku M menerangkan bahwa burung endemik ini dibeli dari kapal illegal yang sedang merapat di sekitar wilayah kita. Kemudian burung tersebut dijual lagi secara online kepada komunitas penggemar burung. M juga mengambil keuntungan yang berbeda-beda.

“M menjual berbagai burung dilindungi itu secara online,” ucapnya.

Atas perbuatannya itu M dijerat dengan pasal 40 ayat (2) Jo pasal 21 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Saat ini pelaku sudah diamankan di rumah tahanan Polresta Sidoarjo. Untuk BB sudah diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jatim,” imbuhnya. (k/red)