Jawa Barat, BeritaTKP.com – Seorang korban berinisial TM ,39, pijaman online illegal di Sleman kembali angkat bicara. TM mengatakan bahwa saat ditagih hutang oleh debt collector dia pernah dituduh sebagai Bandar narkoba.

Dengan menggunakan kursi roda, TM datang bersama dengan kuasa hukumnya Heri Wijaya ke Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (21/10/2021). Dia menceritakan apa saja dampak yang dia alami akibat dari teror pinjol ilegal.

“Efek dari kejadian ini secara fisik, psikis dan mental saya benar-benar jatuh sampai masuk ke RS. Semua terjadi karena teror dan makian dari pelaku,” ucap TM.

Suaranya bergetar saat menceritakan pengalaman menyedihkan itu. Tekanan terbesar baginya adalah muncul saat pelaku juga ikut meneror keluarga dan juga rekan-rekannya.

“Ini otomatis mental saya jatuh. Karena menyebarkan foto diri saya, cacian dan makian ke keluarga besar dan ke rekan-rekan saya,” kata dia.

TM juga menceritakan awal mulanya terjerat pinjol ilegal ini. Awalnya, dia memang meminjam pada satu aplikasi pinjol namun hal itu menjadi petaka besar saat sudah lunas, uang kembali masuk dan menjadi pinjaman padahal tak ada persetujuan apapun dari TM.

Singkat cerita TM ada kesulitan untuk membayar. Namun, satu hari usai jatuh tempo, dia membayar tapi mulai mendapatkan teror.

“Bentuk ancamannya ini berupa chat yang isinya kurang lebih saya dibilang bandar narkoba, maling uang perusahaan, DPO polisi bahkan sampai dikata-katai dengan kata binatang,” tutur dia.

TM akhirnya melaporkan kasus itu ke polisi. Penyidik Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus yang dipimpin Kasubdit Kompol A Prasetya bergerak dan membongkar perusahaan itu.

“Secara pribadi kami mengucapkan banyak terima kasih kepada kepolisian Republik Indonesia ke Ditreskrimsus. Berkat yang dilakukan ini sehingga secara psikis dan mental klien kami berangsur-angsur membaik. Yang tadinya bertemu orang takut, susah sosialisasi bahkan ini luar biasa bisa speak up ini berkat rekan-rekan di kepolisian,” kata Heri Wijaya kuasa hukumnya.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat berhasil menggerebek sebuah kantor perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal. Sebanyak 86 orang debt collector berhasil diringkus.

Perusahaan pinjol ilegal yang digerebek Polda Jabar berada di sebuah ruko berlantai 3 yang terletak di Jalan Prof Herman Yohanes, Sami rono, Caturnunggal, Kecamatan Depok, Kota Yogyakarta, DIY. Polisi menggerebek tempat tersebut pada hari Kamis (14/10/2021) lalu.

Total ada delapan tersangka orang tersangka yakni RSS yang menjabat sebagai direktur perusahaan, GT menjabat sebagai asisten manajer, AZ sebagai HRD, RS sebagai HRD, MZ sebagai IT support, EA team leader desk collection, EM sebagai team leader desk collection dan AB sebagai desk collection atau debt collector online.

(RED)