Banten, BeritaTKP.com – Seorang ibu rumah tangga berinisial WBR ,44, ditangkap oleh Polisi lantaran menjadi pengedar narkoba jenis sabu-sabu. WBR mengatak ia menjadi pengedar karena untuk biaya sekolah anaknya.

“Motifnya untuk kepentingan ekonomi dan memenuhi biaya sekolah ketiga anaknya. Saat ini kita upayakan untuk dilakukan pengembangan dari mana barang itu dia dapat karena informasi ada dari Cipinang ataupun Serang,” ujar Kapolresta Tangerang, Kombes Wahyu Sri Bintoro, Jumat (22/10/2021).

Dari WBR, polisi berhasil menyita barang bukti berupa sabu seberat 19,66 gram. Selain WBR, Polresta Tangerang juga menangkap 33 orang tersangka lainnya dalam kasus narkoba lainnya yang merupakan pengedar hingga pemakai.

Penangkapan ini dilakukan atas adanya 27 laporan yang diterima oleh pihak kepolisian selama bulan September-Oktober 2021. Barang bukti yang diamankan berupa narkoba jenis ganja, sabu, dan tembakau sintetis.

“Penangkapan dilakukan di daerah hukum Polres Kota Tangerang dan sekitarnya. Berdasarkan dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka tersebut ada beberapa tersangka yang berperan sebagai pengedar dan pemakai narkotika,” katanya.

Wahyu mengatakan saat dilakukan penangkapan para tersangka kedapatan memiliki barang bukti berupa narkoba. Dalam mengedarkan narkoba para tersangka rata-rata mendapat keuntungan sebesar Rp 300 ribu – Rp 500 ribu per gramnya.

“Total barang bukti yang diamankan seberat 993,3 gram narkoba dari tiga jenis. Terdiri dari ganja 859,25 gram, sabu 94, 64 gram, dan tembakau sintetis 3,41 gram,” tambah Wahyu.

Selain tersangka berinisial WBR, masih ada 33 orang tersangka lainnya. Mereka adalah (AY), (DA), (HR), (MA), (MB), (WC), (SR), (AA), (IP), (KY), (AS), (HY), (SM), (MJ), (MJN), (MS), (AAR), (ARH), (AFR), (MR), (EDW), (TD), (MIQ), (IJ), (ER), (RH), (ARY), (MRS), (AK), (DF), (AKR), (AR), dan (ADP).

Para tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1), (2) subsider Pasal 112 ayat (1), (2) subsider Pasal 111 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya paling singkat empat tahun penjara dan paling lama 20 tahun.

“Dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling tinggi Rp 8 miliar,” kata Wahyu. (RED)