Sidoarjo, BeritaTKP.com – Aksi penipuan dilakukan oleh tiga orang berinisal JP, warga asal Sukodono Sidoarjo, HS warga asal Semampir Surabaya, dan SM warga asal Jombang. Mereka melakukan aksi pada saat korban baru turun dari penerbangan di Bandara Juanda. Beruntungnya, polisi berhasil meringkus ketiga pelaku.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo Wahyu Bintoro menjelaskan bahwa modus pencurian komplotan ini yakni dengan mendekati penumpang pesawat yang akan naik Damri dari Bandara Juanda ke Terminal Purabaya. Mereka ternyata juga sudah beroperasi sebanyak delapan kali.

“Mereka lalu menawarkan jasa kepada korban untuk mengantar korban ke kota tujuan. Nah pada saat sedang di perjalanan, korban diajak ke warung makan,” kata Kusumo,pada Jumat (22/10/2021) sore.

Ketika korban lengah, komplotan ini langsung kabur membawa barang korban yang telah dimasukkan ke dalam mobil yang disewa oleh mereka. Korban terakhir adalah berinisial M, mereka hendak pergi ke Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.

“Saat itu korban dan para tersangka ini berangkat menuju Tulungagung. Di tengah jalan korban diajak ke warung makan. Namun setelah itu mereka kabur membawa beberapa tas korban,” ujar Kusumo.

Di dalam tas milik M tersebut terdapat kartu ATM. Celakanya, nomor PIN kartu ATM tersebut ada di dalam dompet korban. Hal itu memudahkan pelaku untuk melakukan transaksi di ATM.

“Dengan mudah komplotan ini menguras uang korban. Total uang yang ditarik sebanyak Rp 107 juta. Kami berhasil mengamankan sisa uang korban, namun tidak banyak. Mereka sudah kita tangkap saat sedang di daerah Sukodono,” lanjut Kusumo.

Mantan Wakapolresta Banyuwangi ini juga mengatakan bahwa modus komplotan ini selalu sama. Mereka menurunkan korban dan membawa kabur barang bawaan korban.

“Dari tujuh aksi sebelumnya, komplotan ini juga berhasil membawa kabur uang korban dengan jumlah yang bervariasi. Yang paling banyak nominalnya ya dari korban terakhir ini,” tambahnya.

“Tiga tersangka ini dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancamannya mendapat kurungan selama 7 tahun penjara,” pungkas Kusumo. (k/red)