Penggerebekan kantor pinjol di Jakarta Utara.

Jakarta Utara, BeritaTKP.com – Proses penyelidikan Polda Metro Jaya terkait kasus pinjaman online illegal PT ANT Information Consulting (AIC) di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Para pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Pornografi karena diduga telah menyebarkan konten porno untuk mengancam para korbannya.

“Yang di Kelapa Gading ada 4 orang tersangka,”kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/10/2021).

Yusri mengatakan salah satu modus dari pinjol ilegal dalam menagih utang kepada para debitur. Ancaman tersebut membuat para korban terpaksa harus membayar utang dengan berkali lipat bunganya.

“Ada gambar porno yang dia crop mukanya korban, ada yang dia kasih gambar porno yang lain. Ini makanya kita jerat juga dengan undang-undang pornografi,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Kamis (21/10).

Polisi menangkap 4 orang karyawan dari perusahaan tersebut. Mereka merupakan bagian analis hingga debt collection yang melakukan penagihan utang.

Keempat orang tersebut, kata Yusri, telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara PT AIC sendiri memiliki sebanyak 5 aplikasi pinjol ilegal.

“Adapun aplikasi yang digunakan itu ada sekitar 5 aplikasi yang illegal. Jadi 4 tersangka, dari 5 aplikasi yang illegal,” ujarnya.

Yusri mengungkapkan, AIC sebetulnya memiliki ratusan karyawan. Namun, ketika digerebek polisi pada Senin (18/10) malam lalu, hanya ada 4 karyawannya yang bekerja dan sisanya bekerja dari rumah masing-masing.

“Kalau siang itu ada sekitar 170-an pegawai mereka, tetapi ini yang sudah kita amankan ada 4 orang dari 5 aplikasi yang pinjol ilegal,” ujarnya.

“Ada 4 orang yang sudah kita amankan karena memang pada saat itu cuma ada 4 orang, yang lain itu ada kegiatannya melalui WFH mereka. Kalau malam hari itu WFH mereka. Kalau siang baru di kantor untuk kegiatan,” jelasnya.

(RED)