Nusa Tenggara Barat, BeritaTKP.com – G ,17, seorang remaja di Bima, Nusa Tenggara Barat, terpaksa harus di bekuk polisi. G ditangkap karena telah melakukan aksi pencabulan kepada seorang balita.

“Korban di iming-iming dengan cara diberi HP dan diputarkan film anak-anak, lalu pelaku mulai mencabuli korban,” kata Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Chandra, Sabtu (23/10/2021).

Kasus ini diduga terjadi di Kecamatan Wera, pada hari Minggu (3/10) lalu. G diduga sempat memanggil korban untuk masuk ke rumah, tapi ditolak oleh korban.

“Pelaku memanggil korban dari dalam rumah. Namun korban tidak mau, sehingga korban lanjut bermain di sekitar rumah tetangganya. Pelaku kembali menghampiri korban, kemudian menyuruh korban masuk pergi ke dapur dan menjanjikan kepada korban akan meminjamkan handphone,” kata Novika.

Aksi G kemudian dipergoki oleh kakak korban yang berusia 10 tahun. G disebut sempat mengancam korban dan kakaknya agar tidak menceritakan hal tersebut kepada kepada siapa pun.

“Pelaku langsung buru-buru mengenakan celana. Sedangkan kakak korban langsung mengajak korban untuk pulang,” ucapnya.

Orang tua korban melaporkan peristiwa itu ke polisi setelah mendapat cerita dari anaknya dan melihat ada bekas sperma di bagian belakang tubuh anaknya. Polisi kemudian melakukan proses penyelidikan.

Setelah melakukan gelar perkara, polisi langsung menetapkan G sebagai tersangka. Dia dijerat Pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 juncto Pasal 76E UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Oleh karena pelaku masih di bawah umur, hukum acaranya berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak,” ujarnya.

(RED)